Pria kelahiran Jakarta 15 Nopember 1946 ini adalah seorang pengusaha yang memiliki kekayaan sebanyak 5,4 miliar dollar AS versi Forbes Asia. Dia juga merupakan salah seorang pengusaha yang Indonesia yang menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu sejak 5 Desember 2005. Namanya tentu tidak asing lagi, yaitu Ir.H. Aburizal Bakrie yang akrab dipanggil Ical, anak sulung keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie.
Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak yaitu pertama, Anindya Novlonteyan Bakrie( menikah dengan Firdani Saugi), kedua Anindhita Anestya Bakrie (menikah dengan Taufan Nugroho)dan terakhir adalah Anindra Ardiansyah Bakrie.
Sejak 1992 hingga hari ini ia lebih memilih sebagai Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie. Namun, sejak menjadi Menteri maka aktivitas bisnis ia berhentikan untuk sementara karena ketiga anak dan para staf profesionalnya tetap mampu menggelembungkan harta kekayaan tanpa perlu campur tangannya lagi.
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjadi salah satu kandidat calon presiden dalam Konvensi Partai Golkar pada pra Pilpres 2004. Sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia yang dipangkunya sejak 1994 hingga 2004 mengasah Ical untuk mahir menyelesaikan segala persoalan-persoalan nasional yang lebih besar daripada persoalan-persoalan yang dialami perusahaannya sendiri.
Menurutnya perekonomian nasional, bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan sekarang bila pemerintah lebih serius mengembangkan potensi pasar domestik secara optimal sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Saat ini ekonomi Indonesia sudah ada perbaikan dan kemajuan, tapi ekonomi kita bisa tumbuh lebih tinggi dari 3,5 persen dengan dukungan ekonomi domestik yang lebih kuat. “Kebijakan memperkuat ekonomi domestik memiliki nilai sangat strategis bagi pemulihan ekonomi,” ujarnya di Jakarta.
5 Comments at "Aburizal Bakrie: Pemerintah Harus Serius Mengembangkan Potensi Pasar Domestik"
Mbah bakrie kalau mau jadi pengusa ya jadi pengusaha aja jangan jadi Mentri sok sial segala,ngomong ngomong kapan mbah bakrie tanggung jawab soal lumpur lapindo emang isih nduwe duit mbah….???!!!!!!!!!!!!!!!
Mbah Bakri Sampea belum bisa jadi SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius (Khilafah Islamiyah) sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito/Wali/imam mahdi) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum Allah / petunjuk Allah SWT Yaitu Al Qur’an (Sinisihan Wahyu). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Tokoh yang sangat controversial dimasyarakat sebagaimana Zaman Rosullullah SAW Dahulu. Dengan selalu bersandar hanya kepada Aturan Allah SWT Dan Sunnah Rossulnya, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati yang ditunggu tunggu.
Apa yang diungkap oleh Pak Bakri itu sangat Benar adanya bahwa pemerintah harus serius mengembangkan pasar domestik,akan tetapi potensi pasar domestik ini harus jelas dan transparancy dan harus bebas KKN.Dalam Hal ini alangkah baiknya jika seorang penyelenggara Negara termasuk Pak Bakri sebagai seorang Mentri tidak ikut campur tangan dalam dunia usaha.Seharusnya pula BApak kosentrasi terus terhadap keadaan sosial yang terjadi di bangsa ini.Buktikan pengorbanan bapak terhadap kondisi bangsa yang makin carut marut.Dan semoga kita bisa terhindar darui azab yang sangat pedih bertawakalah kepada Alloh semata dan berkorbanlah demi rakyat serta berusaha mencari Ridho Alloh SWT.
Apa yang diungkap oleh Pak Bakri itu sangat Benar adanya bahwa pemerintah harus serius mengembangkan pasar domestik,akan tetapi potensi pasar domestik ini harus jelas dan transparancy dan harus bebas KKN.Dalam Hal ini alangkah baiknya jika seorang penyelenggara Negara termasuk Pak Bakri sebagai seorang Mentri tidak ikut campur tangan dalam dunia usaha.Seharusnya pula BApak kosentrasi terus terhadap keadaan sosial yang terjadi di bangsa ini.Buktikan pengorbanan bapak terhadap kondisi bangsa yang makin carut marut.
Pak Insyaf pak bapak telah banyak menyengsarakan rakyat jawa timur dengan lapindonya ini adalah karma pak jangan berambisi lagi hidup hanya sementara pak berbuatlah yang bijak dan bajik,seharusnya bapak sebagai pejabat negara tidak mencontohkan hal jelek kepada masyarakat jangan lempar batu sembunyi tangan bapak yang berbuat mengapa melibatkan negara untuk lumpur lapindo.jika bapak untung diam saja tetapi bapak rugi rakyat yang menanggung melalui anggaran Negara
Comment Now!