AKP Kristanto

Liputan Syamsudin:

Inovasi yang dikembangkan Satpas SIM Polda Metro Jaya khususnya pada sentral pengurusan SIM Jalan Raya Daan Mogot KM 11 Cengkareng Jakarta Barat sesungguhnya sudah menjawab apa yang diharapkan masyarakat.
Pasalnya sejak dipimpin oleh Kompol H. Gatot Subroto sebagai kepala seksi SIM Polda Metro Jaya berbagai inovasi, renovasi dan kreasi secara kontinyu dan berkesinambungan telah dilaksanakan sehingga sekecil apapun kekurangan yang memungkinkan pemohon SIM terkendala oleh layanan sesegara mungkin diatasi. Karena itu langkah konkrit yang mutlak disentralisasikan adalah tercapainya pelayanan maksimal sesuai visi dan misi sektor pelayanan Polda Metro Jaya yaitu mengayomi, dan melayani segenap masyarakat demi terwujudnya suasana keamanan, kenyamanan, dan eksotik bagi pemohon SIM.
Untuk mewujudkan visi misi tersebut dan menyongsong Gebyar Pelayanan Prima Polantas 2010 serta dalam rangka 100 hari Kapolri, beberapa waktu lalu ratusan personil Satpas SIM melaksanakan kerja bakti massal di seluruh area seputar kantor Satpas SIM Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat. Kerja bakti yang dimulai sekitar pukul 7.30 WIB hingga siang itu juga diikuti keluarga karyawan yang antusias membersihkan seluruh areal seluas 11 Ha.
Wakil Kasie SIM Polda Metro Jaya AKP Kristanto mengatakan tujuan kerja bakti sebagai upaya meningkatakan kualitas pelayanan prima terhadap seluruh lapisan masyarakat disamping dalam rangka 100 hari Kapolri. ’’Gebyar Polantas Prima Se-Polda Metro Jaya merupakan wujud kepedulian Polri untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat sehingga terciptanya keindahan dan kenyamanan sesuai instruksi Kapolri, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa,” ujarnya AKP Kristanto.
Harapan kita agar apa yang diprioritaskan Satpas SIM hendaknya dijadikan barometer bagi instansi lain dalam menfokuskan pelayanan tanpa birokrasi berbelit-belit. Hanya saja supaya nyata dari pihak Satpas seolah menjadi hambar manakala salah satu lembaga survei menempatkanya institusi ini dengan nilai raport merah. Padahal kenyataannya bertolak belakang dengan fakta yang terjadi di lapangan Dimana layanan Satpas SIM sudah tergolong membanggakan termasuk nilai eksotik yang yang tidak luput dari perhatian Satpas SIM. Semua layanan tersebut semata-mata diciptakan agar pemohon SIM merasa nyaman.

Syamsudin adalah wartawan Suara Tokoh Online dan Pemerhati Pelayanan Publik dari LSM Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP)