Musim kemarau saat ini menimbulkan keresahaan masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya. Wilayah sekitar Ciapus, Caringin, dan lainnya yang membentang sungai-sungai kecil sepanjang Juli 2008 ini benar-benar kering oleh aliran air sebagaimana normalnya.
Namun kali ini ternyata bukan saja masalah air yang diributkan di sana . Begini awalnya, 29 Juni 2008 Ketua Pandu dari Partai Pelopor Stanley A. yang memprotes aktivitas distribusi air minum kemasan dengan merek Aqua. Ia bersama puluhan massa demonstran peduli lingkungan hidup menyebarkan himbauan agar distribusi air kemasan tidak mengganggu sarana jalan raya Bogor – Sukabumi. Mereka menganggap truk-truk besar dari Aqua sudah over capacity sehingga bukan merusak badan jalan menuju arah Sukabumi dan arah menuju Ciawi Bogor yang juga menjadi super macet. Selain itu, menurutnya, kekeringan air yang dialami masyarakat besar kemungkinan karena over eksploitasi yang dilakukan Aqua. “Setahu saya izin eksplorasi hanya 900 juta liter per tahun, tapi Aqua menyedot air Gunung Salak mencapai 2 miliar liter lebih,” kata Stanley berang.
Menanggapi tudingan Stanley, Wakil Bupati Bogor , Albert Pribadi, mengaku belum menerima surat protes dari warga. “Sampai hari ini (21/7) belum ada keluhan dan belum ada laporan ke saya tentang kekeringan dan badan jalan yang rusak,” aku Albert. Meski demikian, jika terbukti tudingan benar, Pemkab Bogor pasti akan memanggil perusahaan yang bersangkutan dan dinas pertambangan.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat mengakui memang pendapatan Jawa Barat akan dialokasikan ke propinsi termasuk ke Kabupaten Bogor. Namun, hendaknya pendapatan pemerintah daerah harus juga memikirkan kelestarian lingkungan. Sebab, tanggung jawab pemerintah bukan saja atas pendapatan finansial, tapi juga berkewajiban menjaga lingkungan hidup . Termasuk tanggung Pemprop Jawa Barat atas kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Bogor.
O comments at "Albert Pribadi: Keluhan Warga Bogor Soal Air Kemasan"
Comment Now!