alexandra_asmasoebrata

Apalah artinya jika bangsa ini tanpa pemuda?Mungkin tidak pernah ada Indonesia dalam peta dunia. Sejarah terbentuknya bangsa ini diawali dengan pergerakan kaum muda. Pergerakan ini menjadi embrio dan tonggak awal kelahiran Indonesia sebagai sebuah bangsa Pemuda yang memiliki semangat perubahan, idealisme yang luhur, dan semangat kepeloporan untuk membentuk zaman yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan. Hal itu dikatakan oleh Menpora Dr. Adhyaksa Dault, SH M.si.

Pujian Menpora sejalan dengan perjalanan waktu dan prestasi yang dicapai oleh Alexandra Asmasoebrata. Putri dari Alex Asmasoebrata berhasil lolos sebagai wakil Indonesia dalam Kejuaran Rotax Max Chalange Grand Final 2008 di Sirkuit La Conca , Italy tanggal 27-30 Nopember 2008. Menurut Menpora dalam era kepemimpinannya kementrian yang dikelolanya sangat mensuport para atlet yang berprestasi dalam seluruh bidang olah raga, termasuk dalam dunia balapan.

Menurut Oke D Junjunan dari Junjunan Motorsport, ROTAX Authorize Dealer di Indonesia, ada 60 negara di dunia yang mengirim perwakilannya di ajang Gokart International “Rotax Max Grand Final 2008″. Hebatnya, dari seluruh perwakilan hanya Alexandra peserta perempuan dan yang lainnya laki-laki.

Dalam acara syukuran di kediaman Alex Asmasoebrata,Kamis (18/9) di Jakarta mengatakan, Alhamdulillah di hari yang berbahagia ini sehubungan dengan datangnya bulan suci Ramadhan pada balap 31 Agustus 2008 Alexandra berhasil menjadi juara nasional yang sekaligus mewakili di kejuaraan dunia Gokart.”

Pihak Junjungan Motorsport hanya memberikan fasilitas berupa 1 kamar hotel untuk 2 orang sedangkan biaya akomodasi dan transportasi menjadi beban para peserta masing-masing.Ketika ditanya berapa biaya diperlukan untuk memberangkatkan Alexandra, maka mantan politisi tersebut mengatakan Rp.1,4 miliar untuk Alexandra dengan 3 orang tim suksesnya. Ia tidak terlalu pusing dengan akomodasi mengingat selama ini ia mempunyai kawan yang komit membantu, Seperti Tommy Soeharto dan lainnya.

Sangat ironis bila pemerintah tidak mensupport Alexandra, mengingat para pembalap tidak membawa kepentingan pribadi ataupun golongan melainkan untuk Merah Putih. Oleh karena itu ia yakin Menpora Adhyaksa Dault akan mau membantu suksesnya keberangkatan Alexandra ke Italy.

Ketika ditanya target, pembalap kelahiran Jakarta 23 Mei 1988 ini merendah bahwa sudah mewakili Indonesia saja di kejuaran internasional sudah merupakan syukur Alhamdulillah. Apalagi sulit memperkirakan medan berat di Italy yang aspalnya konon “lengket” bila tidak mampu mengenal terlebih dahulu. Rencananya setelah Lebaran ia akan ke Italy untuk mengenal medan. Namun sayangnya, ia belum punya pengalaman di Eropa. Selama ini hanya di dalam negeri dan negara-negara Asia lainnya.Bukan tidak mungkin keajaiban akan terjadi, karena ia berangkat tanpa beban dan plong saja sebagai ajang pengalaman setelah memenangkan Kejuaran Nasional Karting 2008 di tanah air. Semoga nama Indonesia harum di mata dunia.