scan1Perempuan lajang kelahiran Palu 19 September 1974 adalah aktivis perempuan yang fokus dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi sosial dan budaya (ekosob) di Jakarta. Alice Monoarfa, SE MM. atau biasa dipanggil Alice, antara lain giat membantu di LSM Cerdas Bangsa, di Jakarta yang memperjuangkan pendidikan luar sekolah bagi anak-anak tidak mampu dan penyelenggaraan diskusi-diskusi di bidang ekosob. Pilihannya di Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) sebagai kiprah nyata di jalur politik. Demikian dikatakan Alice, Minggu(22/3) sore di Jakarta.

Menurut Alice, PDK adalah partai yang memperjuangkan demokrasi kebangsaan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebagai calon legislatif (caleg)PDK dari Dapil Propinsi Sulawesi Tengah, ia bertekad mewujudkan demokrasi kebangsaan masyarakat Palu demi kesejahteraan rakyat sebagai yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

Adanya quota 30 persen untuk keterwakilan perempuan di parpol sangat disetujui oleh Alice. Namun, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyetujui suara terbanyak sebagai orang yang berhak mendapatkan kursi di legislatif dianggap akan merugikan perempuan. Sebab, kampanye perempuan memilih perempuan dirasakan sangat sedikit sosialisasinya ditambah lagi masih terjadi diskriminasi hak-hak politik kaum perempuan di parlemen. Namun, ia yakin seandainya terpilih sebagai anggota DDPR RI periode 2009-2014, maka hak-hak kaum perempuan akan ia perjuangkan bukan saja dari aspek hak ekosob tapi juga hak-hak kesetaraan politik dan pendidikan. Termasuk Alice juga akan memperjuangkan perlindungan kaum perempuan dan anak-anak dari kejahatan traficking atau kejahatan perdagangan manusia yang selalu menjadi momok kaum perempuan dan anak-anak saat ini.”Mereka sering terperangkap lewat bujukan menjadi TKI di luar negeri (TKILN),” tuding Alice geram.

Menurut Alice, kaum perempuan akan lebih peduli rakyat karena sifat bawaannya yang penyayang, jauh dari ambisi materi sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Tapi, bukan maksudnya membuat dikotomi antara laki-laki dan perempuan di sini, karena perempuan pun tanpa kehadiran atau dominasi kaum laki-laki dunia tidak sempurna. Jadi, adanya quota 30 persen dalam kepengurusan partai dan dalam daftar caleg tetap (DCT) hendaknya juga terlaksana di dalam kenyataan di lapangan. Jangan sampai pimpinan partai berdalih, bahwa quota 30 persen sudah gugur dengan adanya sistem suara terbanyak sebagaimana yang diputuskan MK. Bukankah, kebijakan pimpinan partai juga akan sangat menentukan kepada siapa kursi di parlemen diberikan?

Partai Demokrasi Kebangsaan menurut Alice sangat peduli dengan kelestarian lingkungan hidup dimana saat ini sudah banyak terjadi kerusakan sehingga aneka bencana melanda tanah air, seperti tanah longsor dan banjir. Selain itu PDK juga memperhatikan hak-hak para nelayan yang dominan menjadi konstituen di wilayah Sulawesi. Bahkan suka diidentikan, PDK sebagai partainya orang Sulawesi karena adanya tokoh Prof. M.Ryaas Rasyid MA Ph.D., yang notabene putra daerah Sulawesi Selatan.

Tujuan Alice duduk di parlemen secara skala nasional akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang sangat krusial di masyarakat seperti hak-hak mendapatkan pekerjaan, pendidikan murah atau gratis, pelayanan kesehatan yang murah. Komitmen ini diyakini Alice hendaknya merupakan komitmen semua para caleg yang ada. “ Bila terpilih, maka semua komitmen ini wajib saya perjuangkan di gedung DPR-MPR RI. Oleh karena itu sebaiknya kaum perempuan memilih caleg perempuan pula. Perempuan mesti pilih perempuan,” tegas Alice menutup pembicaraannya.