HidayatullahTipikal gaya bicara Camat Senen Hidayatullah agak blak-blakan. Sehingga mencerminkan sifat terbukanya kepada semua kalangan masyarakat dan ketegasannya dalam bersikap. Termasuk menggusur PKL yang tidak mematuhi aturan Perda tentang PKL di DKI. Ia miris melihat jual beli lahan lapak yang terjadi di wilayahnya meski PKL tersebut sudah lebih 25 tahun bercokol di sana seperti yang berada di sekitar belakang Toko Gunung Agung dan sudut-sudut fasilitas umum lainnya di wilayah Kecamatan Senen. Karena ketegasannya itulah tak heran ia dijuluki sebagai “camat bulldozer” dalam bersikap, dimana ia akan gusur rintangan-rintangan yang ada di depannya tanpa ragu. Jadi, ia disebut bulldozer karena ketegasannya bukan saja dalam membersihkan areal pedagang kaki lima pakaian bekas yang menghambat jalan-jalan di seputar kawasan Senen,tetapi juga para pencoleng yang kerap beraksi di sekitar wilayahnya. Tentu saja dalam aksi penertiban Camat turun langsung memonitor satpol PP Kecamatan Senen yang kadang bekerjasama dengan aparat kepolisian dalam membersihkan premanisme di wilayah Senen. Kini Kecamatan Senen relatif aman dan bersih.

Prinsipnya, mana yang tinggi manfaatnya menjadi ukuran dirinya dalam mengambil keputusan. Itu sebabnya, ia pun mewakafkan waktunya hingga malam hari dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak sempat mendapatkan layanan kecamatan pada jam kerja normal.

Pelayanan malam hari yang dilakukan Camat Senen merupakan terobosan baru dengan tujuan mengakomodasi pihak-pihak yang kesulitan mendapatkan pelayanan pada pagi hingga sore hari karena sibuk bekerja dan berbagai alasan lainnya .Pelayanan Malam Terpadu yang disediakan oleh Camat Senen Hidayatullah melayani warganya yang tersebar di 514 RT dan 47 RW dengan jumlah kelurahan ada 6 kelurahan.Total penduduk di Kecamatan Senen ada sekitar 150.000 jiwa.

Pria gemuk ini selama menjabat sejak 2006 hingga saat ini (2010) telah melakukan perubahan signifikan di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai gudang copet dan tindak pidana kriminal lainnya, kini sudah berubah jauh lebih aman. Ia mengawali dinasnya sebagai staf di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada tahun 1982. Kemudian mengikuti pendidikan APDN mulai 1985-1989, hingga kemudian ia ditarik sebagai staf bagian pemerintahan di Pemkot Jakarta Timur.Karirnya terus menanjak sehingga ia menjadi wakil Camat Ciracas; wakil Camat Makasar; wakilCamat Kemayoran (2004-2005), hingga akhirnya sejak 2006 hingga tahun 2010 ini masih menjadi Camat di Kecamatan Senen.

Menurut Hidayatullah, Tunjangan Kerja Daerah (TKD) yang kini telah menjadi kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta menuntut pelayanan masyarakat yang prima untuk langsung dapat diwujudkan demi menunjang reformasi birokrasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk kemudahan, ketepatan dan kenyamanan pelayanan.

Gubernur DKI Fauzi Bowo meminta agar TKD menjadi pacuan dalam mendorong aparatur untuk bekerja lebih efektif dengan nilai kinerja yang baik setiap SKPD baik tingkat Kelurahan Maupun Kecamatan. Salah satu upaya ini Pemerintah Kecamatan Senen Jakarta Pusat kegiatan pelayanan malam yang berbasis pada IPTEK telah dilakukan dengan kegiatan pelayanan terpadu dengan menyertakan beberapa SKPD dan unit terkait dalam mem-blow up masalah-masalah pelayanan terintegrasi yang dibutuhkan masyarakat secara langsung, diantaranya, pelayanan konsultasi KB, Posyandu, Pertanahan, Kependudukan dan sarana jalan lingkungan oleh PU AIR dan Jalan.

Menurut Camat Senen Hidayatullah, pelayanan terpadu adalah upaya mengefektifkan serta mereposisi pelayanan yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. TKD salah upaya kepekaan dalam mempercepat reformasi ditubuh birokrasi dengan kinerja yang kompetensi, karena pertimbangan kepuasan masyarakat akan menjadi kunci untuk aparatur dapat mengenal lebih dekat dengan warganya termasuk komunikasi problematika yang muncul untuk dapat diselesaikan dengan tuntas dan cepat.

Sylviana Murni Walikota Jakarta Pusat menangapi dengan positif kegiatan yang dilakukan Kecamatan Senen menjadi hal yang harus ditindak lanjuti oleh seluruh Kecamatan lain di Jakarta Pusat, pasalnya pelayanan malam hari yang secara langsung dengan menjemput bola dilakukan sampai pada level yang paling bawah RT/RW sangat inovatif untuk dikembangkan. Komunikasi pelayanan dengan warga akan lebih hidup dimana aparatur dapat langsung melakukan aksi kinerja secara internal dalam penyelesaian yang muncul dimasyarakat. Secara eksternal komunikasi dengan IPTEK juga dikembangkan, karenanya peran lurah dituntut optimal untuk dapat berhubungan langsung dengan tekhnologi komunikasi sebagai sarana efektif. Minimal, aparat pengambil kebijakan dapat lebih tanggap dengan mendapat informasi warga via komunikasi teleconferences.