Ahli physiologomist dan ahli firasat ini terlihat muda pada usianya yang sudah mencapai 83 tahun penuh humor dalam menjelaskan gagasan-gagasannya mengenai penanggulangan korban madat atau yang kini lebih dikenal narkoba. Oleh Dr.H. Akbar Yofthie Soe’oed, MBA., DSC pasien korban narkoba diobati dengan obat-obatan tradisional, diantaranya menggunakan bahan mengkudu yang mengandung moradiol-B45-C10-03 dan soranjidol, dimana zat itu dapat dipergunakan untuk penawar candu. Selain buah mengkudu, dipergunakan bahan-bahan lain untuk penyembuhan para pecandu ekstasi (yang sudah kurang trend dalam berita media massa).
Bagaimana tidak gusar H. Akbar terhadap bahaya narkoba? Karena korban sudah banyak berjatuhan hingga ke kampung-kampung dan bukan lagi hanya di perkotaan saja. Dan umumnya generasi muda yang menjadi sasaran dari bahaya narkoba tidak lagi memandang status sosial kelompok “the have” tapi sudah acak, siapa saja bisa terperangkap.
Menurut pria kelahiran Medan 10 Juni 1925 yang masa silamnya dekat dengan Bung Karno, Ibu Inggit, dan tokoh nasional lainnya, saat ini tidak peduli yang kaya tapi yang kurang berpunya pun menjadi sasaran mafia narkoba. Mereka yang menjadi korban mafia narkoba dijadikan alat penghubung, pengecer hingga bandar kelas teri. Sedangkan kaum perempuan diperangkap dulu dengan cara dikawini oleh agen mafia asing sebelum “ditugaskan” menyeludupkan narkoba dari luar negeri lewat Bandara. Hebatnya lagi bisnis narkoba pun dapat dijalankan lewat jeruji besi. Artinya, bisnis yang merusak generasi muda bangsa Indonesia ini telah menjadi bahaya nasional bahkan internasional harus sungguh-sungguh diwaspadai dan diperangi secara masif pula oleh semua pihak. ”Jadi, narkoba harus diperangi secara masif oleh semua pihak di tanah air, dan itu semua tidak bisa bergantung pada polisi atau BNN atau BN Daerah saja, “ pesan tegas H. Akbar yang juga putra dari salah seorang tokoh perintis kemerdekaan dan tokoh PSSI pimpinan HOS. Tjokroaminoto.
Sebagai pakar pengobatan dengan metode Alif Theraphy, ia mengatakan bahwa di dalam tubuh manusia itu mengandung energi negatif yang dapat mengganggu peruntungan seseorang. Untuk menghilangkan energi yang merugikan ini dibutuhkan pembersihan jiwa yang dapat dicapai dengan jalan melakukan ibadah atau melalui “Alif Therapi”. Lewat Alif Terapi itu energi positif dapat disalurkan untuk mengikis energi negatif . Sistem pengobatan Alip Therapi bioenergi dan alternatif lain diakui dunia homeopathy yang telah lama dipraktekkan oleh orang-orang pintar di seluruh dunia. Adapun system Alif Theraphy biasa dilakukan melalui media air putih di dalam gelas dan dimasukkan kertas bertuliskan “Alif” kemudian diminum oleh pasien. Selanjutnya energi negatif dikeluarkan melalui puser pasien atau punggung dan dibersihkan dengan jeruk nipis.
Menurut H.Akbar, suku asli di Amerika pun menggunakan sejenis metode yang dilakukannya untuk menolak bala termasuk Afrika, di Brasil dan suku-suku Indian. Homeopathy lahir bukan sebagai system saintifik tetapi sebagai seni kesembuhan yang terpadu dengan kekuatan kerohanian. Berkat ilmu yang dimiliki ini H. Akbar berkeliling dunia selama lebih 20 tahun hingga ia mendapat gelar Doktor dari California Global University USA (Doktor in Management) dan International of Leadership , Manila (Doctor Honoris Causa). Tidak sedikit penghargaan diperolehnya, antara lain dari Walikota Zambonga City di Philipina. Demikian pula penghargaan yang diperoleh dari Malaysia, USA, bahkan dari PBB.
Hingga kini H.Akbar membuka klinik di Jl. Walet 9 Bogor dan di Happy Valley Garden F/68 Batam. Pasiennya banyak orang penting di negeri ini dan juga orang-orang penting di manca Negara. Jadi, jangan heran menemuinya agak susah bila sebelumnya tidak membuat perjanjian terlebih dahulu ke nomor HP 08128053149.
O comments at "DR.H.Akbar Yofthie Soe’oed: Kita Harus Perangi Narkoba Secara Masif"
Comment Now!