Pemilu 2009 semakin dekat. Apa saja konsep Eddy Indrayadi selaku Ketua DPC Kota Pekanbaru dari Partai Kedaulatan untuk meraih suara? Menurut Eddy, konsep yang diajukan untuk meraih suara sebagai di Kecamatan Marpoyan Damai, Kecamatan Bukit Raya, dan Kecamatan Tenayan Raya adalah dengan menjalankan tiga konsep sederhana dalam kampanye menjelang Pemilu 2009. Pertama, jangan biarkan masyarakat sakit. Kedua, jangan biarkan masyarakat bodoh. Dan ketiga, jangan biarkan masyarakat lapar.
Begini penjelasan yang disampaikan Eddy Indrayadi Senin(2/3) di Pekanbaru pada suaratokoh.com: Pertama, jangan biarkan masyarakat sakit. Jelas ini menyangkut sektor kesehatan. Karena lingkup yang kita bicarakan adalah kota Pekanbaru, dimana Pemkot mengkampanyekan pengobatan gratis. Tapi, menurut kami apa yang dikampanyekan oleh Pemkot Pekanbaru, hanya slogan di atas kertas. Mengapa begitu? Seperti kita tahu, bahwa Kota Pekanbaru terdiri dari banyak suku bangsa yang ada di tanah air. Jelas dengan situasi ekonomi seperti ini sulitnya, maka banyak yang tidak punya identitas resmi di salah satu kota besar di Pulau Sumatra. Hal ini tentu tidak bisa kita salahkan. Memang mendapat identitas semakin lama semakin dipersulit. Padahal dulu mengurus KTP cukup sampai di kecamatan, tapi kini ada aturan sampai di Walikota Pekanbaru. Di bawah naungan satu atap dalam koordinasi walikota. Bukan pendek malah diperpanjang. Dengan diperpanjang, maka otomatis biaya semakin mahal. Jadi, semakin lama semakin mempersulit masyarakat dengan birokrasi semakin panjang. Selama ini Pekanbaru aman-aman saja, kan, sehingga tidak ada alasan membuat aturan yang mempersulit warganya?
Kedua, yang jelas pemerintah mengatakan pendidikan gratis. Sesuai program pemerintah wajib belajar 9 tahun. Tapi, sudah menjadi rahasia umum, dana BOS sering salah sasaran. Banyak anak usia dini yang mestinya masuk dalam wajib belajar, tapi bila orang tuanya bila tidak uang Rp.500.000 maka tidak dapat msuk Sekolah Dasar. Jadi, bila tak ada uang sebanyak itu, maka jangan harap bisa masuk sekolah. Lain hal lagi, dahulu jaman kita sekolah, setiap kenaikan sekolah di SMP tidak ada pendaftaran ulang. Yang ada kini mengapa perlu melakukan pendaftaran ulang? Kita menghimbau anak-anak yang tidak mampu kita arahkan ke sekolah paket. Paket A untuk SD, Paket B untuk setingkat SMP dan Paket C untuk setingkat SMA. Hingga hari ini ada 150 orang yang terdaftar dalam database Partai Kedaulatan di DPC kota Pekanbaru yang saya pimpin ini. Dari semua anak itu, ada 15 orang yang tengah mengikuti Paket C, Paket B sebanyak 100 orang, dan sisanya Paket A sebanyak 35. Dan anak-anak ini kita daftarkan ke Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melalui Yayasan PKBM Bina Edukasi yang beralamat Jl. Maharatu, Parit Indah, Pekanbaru. Semua biaya ditanggung partai. Jadi, kami bukan janji tapi aplikasi langsung.
Ketiga, kita akan usahakan agar semua tenaga kerja yang ada di sini menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang adam bukan menjadi penonton karena kalah bersaing dengan pendatang. Kita tetap membina para usahawan kecil dengan pola-pola ekonomi kerakyatan seperti yang dilakukan pererintah. Meski kita tahu juga, progam pemerintah kadang seperti tidak melalui studi kelayakan, tapi asal jadi saja. Contohnya,seperti yang pernah terjadi dengan program BLT yang kadang salah salah sasaran. Yang seharusnya dapat, tapi tidak mendapatkan, begitu pula sebaliknya yang harusnya tidak dapat tapi malah dapat.
Dari ketiga program ini yang paling mendesak, adalah bangaimana menyukseskan program pendidikan murah. Menurut analisa saya, kemerdekaan yang sudah 63 tahun lebih ini masih belum merdeka sepenuhnya. Baru lahir saja, tapi batin tidak. Siapa yang menjajah? Itulah pemerintah. Mestinya, pemerintah melayani rakyat. Tapi, kenyataannya kekuasaan yang berada di tangan pemeritnah tidak sepenuhnya melayani rakyat. Ke depan bila Partai Kedaulatan mendapatkan minimal 5 kursi atau dapat membentuk satu fraksi, maka kami akan mengajukan kader Partai Kedaulatan menjadi Walikota Pekanbaru. Kader Partai Kedaulatan tahu apa yang menjadi keinginan masyarakat bila menjadi pemegang kendali eksekutif di kota Pekanbaru, yaitu melayani masyarakat bukan minta dilayani oleh masyarakat. Selama ini kedaulatan telah diambil alih oleh penguasa, dan sudah saatnya rakyat berdaulat. Oleh karena itu kami anjurkan untuk contreng kader-kader Partai Kedaulatan dengan nomor peserta 11 pada Pemilu 2009 yang ada dalam surat suara pada Pemilu 2009.
O comments at "Eddy Indrayadi: Sudah Saatnya Rakyat Berdaulat"
Comment Now!