Edi Kusmana gembira melihat animo masyarakat Kota Payakumbuh menjadi BMT minded sejak berdirinya BMT Al Fataya tahun 2005. Hal itu dikatakannya Rabu (4/3) di Payakumbuh kepada suaratokoh.com. Menurutnya konsep BMT yang ideal adalah apa yang telah dicanangkan Agam Madani, yaitu setiap nagari harus memiliki satu BMT. Khusus Payakumbuh BMT telah dikenal luas ditengah pelaku usaha mikro dan kecil demi menghadang praktek super riba yang dilakukan para rentenir.
Pria kelahiran Bagan Siapiapi, 8 Oktober 1977 merupakan perpaduan Melayu Riau dan Sunda yang belatar belakang aktivis mahasiswa hingga menjadi aktivis sosial kemasyarakat di Sumbar awalnya miris melihat praktek rentenir di kalangan pedagang mikro di pasar-pasar tradisonal. Ia greget melihat permodalan di kalangan rakyat kecil terlalu bergantung pada perbankan dengan sistem konvensional, yaitu dengan menerapkan bunga bank. Untuk itulah ia dirikan KJKS BMT Al Fataya untuk mengakomodir kebutuhan permodalan masyarakat kecil yang berusaha, baik sebagai pedagang maupun petani dengan menjalankan sistem syariah.
Edi mempunyai pengalaman yang cukup banyak dalam seminar dan workshop yang berhubungan dengan permodal dilihat dari aspek syariah. Saat ini ia sering melakukan pendampingan dengan memberikan advise dan bimbingan hingga akhirnya terbentuknya BMT-BMT baru, antara lain BMT El Careh Sago Halaban ,50 Kota; BMT Amanah Umat Taram, 50 Kota; BMT Lan Tabur, Payakumbuh; BMT Sarinah,Payakumbuh; dan BMT Makmur Masjid, di Nunang.
Menurut Edi, banyaknya dan menjamurnya pendirian BMT merupakan bukti kekuatan lokal sebagai daya juang awal masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis masyarakat pada akhirnya bangkit karena kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Bukan dari dorongan dan bantuan pihak luar. Buktinya, BMT Makmur Mesjid di dekat Pasar Nunang ditopang oleh rasa solidaritas jamaah mesjid dan orang di sekitar mesjid tersebut. Bahkan ghirah men-syariahkan koperasi mulai kelihatan, yaitu adanya rencana sosialisasi mengkonversi Koperasi Lumbung Pusako yang telah mempunyai total dana 6 miliar. Mengapa hal itu terjadi? Karena pada akhirnya masyarakat luas tahu, bahwa perekonomian yang berdasarkan syariah jauh lebih baik ketimbang yang masih bersinggungan dengan riba.
Tapi, apakah menjalankan Baitulmal wa tamwil tidak mempunyai resiko atas pinjaman yang dikeluarkan kepada nasabah? Tentu saja ada resikonya, kata Edi lebih lanjut. Untuk itulah ia kini tengah mengupayakan sistem informasi antara BMT agar terjadi efek jera bagi si peminjan yang nakal. Salah satu langkah yang diambil adalah menggagas berdirinya asosiasi BMT. Bila asosiasi ini terbentuk maka jaringan BMT akan mudah mendeteksi kelemahan-kelemahan yang ada dalam mengelola dana masyarakat. Jangan sampai semangat pendirian BMT tidak dibarengi sikap profesionalisme para pengelolanya.
Sebagai Pimpinan KJKS BMT Al Fataya , Edi sangat menganjurkan kepada seluruh staf yang bekerja di LKJS BMT Al Fataya dapat menjaga citra BMT yang ada. Untuk itu pelayanan yang ramah dan kinerja yang baik sangat dipantau oleh alumni AMT STEI Yogyakarta yang juga penggemar dunia jurnalistik ini.
5 Comments at "Edi Kusmana: Perlu Asosiasi BMT Untuk Mendeteksi Kelemahan"
sangat baik sakali apa yang disampaikan oleh kanda Edy, karena saat ini sudah mulai bangkit dan hijrah dari sistem yang selama ini tidak berkeadilan yang penuh dengan riba, yang menjadi perhatian kita bersama adalah bagaimana mengimbangi berkembangnya BMT dengan kesiapan SDM yang profesional, kami sangat mengalami kesulitan dalam mencari sdm yang paham tentang konsep dan aplikasi sebuah lembaga keuangan mikro syariah,
saat ini BMT yang ada harus saling koordinasi dalam memberdayakan ekonomi ummat, jangan sampai sesama BMT tidak ada komunikasi dan koordinasi sehingga terkesan yang besar makin besar dan yang kecil makin kecil, harapan kita semua potensi harus dikerahkan untuk merubah pola pikir ummat untuk bertransaksi secara islami, semua MUI kabupaten kota hendaknya bergerak menjadi lokomotif untuk berdirinya BMT.
Saya sangat sependapat dg Pak Edi, semoga dg bergandengan semua pelaku2 ekonomi syariah dpt mensegerakan kesejahteraan dan kemerataan pada masyarakat UMKM diseluruh Indonesia, jangan ada lagi Bank2 Syariah merasa bersaing dan merasa paling syariah dg bank syariah lainnya..smeua bersatu utk menegakkan ekonomi syariah..selamat dan sukses utk pak Edi..lanjutkan perjuangannya pak.. Allahu akbar..wass.yulius agung.
pemusnahan terhadap sistim ribawi adalah mutlak untuk kita perjuangkan bersama, dan yang tidak kalah berbahayanya adalah sistim rentenir yang sudah menjamur di masyarakat, dan itu hanya akan memperburuk perekonomian rakyat kecil yang memanfaatkan bisnis haram tersebut.
semoga usaha penyadaran melalui pendirian lembaga BMT/perbankan syari’ah ini membuka mata masyarakat akan unggulnya system perekonomian islam…
selamat berjuang…..
Salut dengan perjuangan Bung Edi Kusmana, Beliau merintis BMT dari awal, skrng sudah Besar dan banyak cabang2 di daerah dgn cara expansi. sampai2 juga Guburner Padang ikut serta membesarkan BMT FATAYA. kerena mereka melihat potensi BMT di masa depan luar Biasa ( membentuk masyarakat Madani), bagaimana memperdayakan masyarakat miskin dan tidak terjebak dlm Retainer yg membuat masyarakat semakin Miskin, begitulah tersebut di sampaikan saat tamu ramah beberapa waktu lalu di Bagansiapiapi serta mempersiapkan langkah berikut pembentukan cabang yg sekian kalinya.Amin…semoga cepat teralisasi..
Sepakat dengan Edy,kita sebagai umat islam hendaknya mengembangkan syariah ini dimulai dengnan muamallah yang baik,yaitu melalui BMT.Pesan untuk semua pelaku BMT hendaknya kita menjaga Misi Utama BMT untuk memajukan perekonomian umat dari gresrood dengan sistem syariah dan juga menjaga moral kita.
Comment Now!