Meski Dirut Pertamina Ari H. Soemarno membantah keberadaan mafia minyak di Pertamina tidak ada, namun Direktur Eksekutif Econit Advisory Group, Hendri Saparini yakin bahwa mafia minyak itu memang ada .
Sebagai anggota Pokja Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPK Negara), ia mengakui keberadaan mafia minyak bukanlah mitos. Sejak rezim orde baru tidak ada yang mampu memberantas mafioso minyak di tanah air. Ia bahkan mensiyalir sudah masuk dalam tubuh istana.
Ketika banyak keraguan Pansus BBM DPR dapat membongkar carut marut krisis minyak di Indonesia , orang Econit ini justru melihat ada yang patut dipertanyakan. Menurut Hendri, pansus harus mendalami hal ikhwal mengapa keluar keputusan Presiden SBY dalam menaikkan 30 persen harga BBM pada 24 Mei 2008. Harus diteliti dengan seksama apakah keputusan sudah tepat atau belum.
Hendri menambahkan, banyak langkah yang dapat diambil pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia tanpa harus mengorbankan rakyat kecil. Sebab, merekalah yang paling menderita atas kenaikan harga BBM yang cukup tinggi tersebut. Itu artinya, tata niaga migas perlu direformasi agar tidak menyengsarakan rakyat kecil.
“Untuk itulah, KPK Negara akan selalu berorientasi untuk menyelamatkan aset negara yang digerogoti oleh mafia minyak. Kelak KPK Negara juga akan bicara soal batubara, mineral, panas bumi, kekayaan laut dan masih banyak lainnya,”tegas Hendri.
O comments at "Hendri Saparini: Mafia Minyak Menyusup ke Istana"
Comment Now!