depan-bupatiBila calon independen pada proses Pilkada berjalan baik untuk memajukan masa depan  bangsa , maka bukan tidak mungkin dapat dikembangkan untuk proses Pilpres atau bahkan mengisi ruang kepemimpinan di  DPR RI sekalipun. Alasan yang menjadi alibinya adalah , bahwa partai saat ini tidak lagi menjadi ajang membentuk kader yang berkualitas sebagai mana awal-awal kemerdekaan dahulu. Saat ditanya lebih lanjut mengapa Ibrahim maju dalam jalur independen, ia menjawab dengan memberi 4 alasan utama: Pertama, peluang besar bagi orang yang berkualitas , tapi tidak ada kesempatan  di partai karena adanya keterbatasan finansial yang harus dipenuhi di sana.Kedua, rakyat/masyarakat jenuh pada partai karena melihat dari Pemilu ke Pemilu tidak ada perubahan yang signifikan terhadap nasib sosial ekonomi mereka. Ketiga, rakyat ingin melihat adanya kompetisi  antara partai melawan perseorangan. Keempat, calon perseorangan merupakan suatu bentuk demokrasi yang transparan.

Dari hak pilih sebanyak 539.000 orang di Kota Padang , awalnya Ibrahim  mengklaim mampu mengumpulkan sebanyak 83.000 pendukung, namun pada akhirnya yang disahkan oleh KPUD hanya sebanyak 27.936 orang atau lebih tinggi dibanding syarat minimal sebanyak 26.700 orang.

Ibrahim yakin dengan spirit yang dia baca pada Al Qur’an Surah Annur ayat 55 yang intinya Allah berjanji pada orang yang beriman dan beramal saleh untuk dapat berkuasa di muka bumi ini asal memenuhi syarat tetap menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Itu sebabnya , Ibrahim menjalani hidup yang tawadhu dengan jalan mendekati masyarakat melalui tindakan-tindakan riil yang langsung menyentuh hati nurani rakyat kecil, yaitu membela kaum dhuafa perkotaan. Kaum marjinal yang ada di perkotaan dan perdesaan ia angkat dari sisi pengembangan pendidikan dan sosial serta perekonomiannya.

Visi yang ditawarkan lelaki kelahiran Padang 8 Agustus 1958 ini adalah terwujudnya Masyarakat MADANI yang berstandar internasional. Untuk itu ia mencanangkan misi dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan visi dengan : Pertama, peningkatan kualitas dan pembinaan akhlak secara berkelanjutan. Kedua, memprioritas pembangunan SDM yang bermoral dan siap berkompetitif di era globalisasi. Ketiga, melakukan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dalam bentuk mensukseskan usaha perdagangan , industri dan membuka lapangan pekerajaan yang baru. Keempat, menjadikan Kota Padang sebagai kota Wisata yang bernafaskan Islam dan berbudaya Alam Minangkabau. Kelima, menjadi Kota Padang yang bebas dari Koruipsi dan bersih dari penyakit masyarakat.

Karya nyata yang telah dilakukan oleh Drs. Ibrahim MM antara lain mendirikan Sekolah Gratis SMK Dhuafa di Padang tahun 1997 hingga sekarang. Ia juga mendirikan Pondok Pesantren Gratis untuk kaum Dhuafa di Padang pada tahun 2002 hingga sekarang. Selain itu Ibrahim dan kawan-kawannya mendirikan Sekola Gratis SMK Dhuafa  II di Mentawai tahun 2004 hingga sekarang tetap beroperasi. Saat ini ia tengah melakukan inovasi Air Minum berdasarkan Wahyu dan Sains dengan nama ASIH (air sehat Islami Heksagonal). Sudah ratusan lulusan SMK Dhuafa yang bekerja di dalam dalam luar negeri, termasuk yang melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bila membicarakan “imam” di Kota Padang , maka hanya ada satu IMAM yang tengah menjadi harapan masyarakat Kota Padang, yaitu Ibrahim sebagai calon walikota dan Murlis Muhammad sebagai calon Walikota Padang periode 2008-2013.