Siapa tak kenal dengan Jenderal fenomenal Ibrahim Saleh? Ia pernah menggegerkan Sidang Umum MPR 1988 lalu. Saat itu, Kamis, 9 Maret 1988, rapat paripurna baru saja secara aklamasi mengangkat kembali Jenderal (Purn) Soeharto sebagai presiden RI untuk masa bakti kelima, 1988-1993. Padahal pimpinan sidang Kharis Suhud berancang-ancang hendak menutup sidang pagi itu. Tapi sekonyong-konyong, Brigadir Jenderal Ibrahim Saleh, yang duduk di deretan kursi fraksi ABRI, berlari menuju podium sambil berteriak: “Pak Ketua….Interupsi.”
Tanpa menunggu jawaban dari pimpinan sidang, Ibrahim berdiri di atas mimbar. Ia lalu membacakan secarik kertas yang telah disiapkannya. “Assalamualaikum…Majelis telah sepakat dan secara aklamasi meminta Soeharto untuk memangku kembali jabatan presiden untuk masa jabatan 1983-1988…eh 1988-1992 eh……” ujarnya terengah-engah.
“Kami telah mendengar desas-desus yang mengatakan bahwa pencalonan wakil presiden tidak fair…” Kontan saja sebagian anggota majelis berteriak-teriak,”Turun…turuuunn..” Ibrahim memang mempertanyakan pencalonan Sudharmono sebagai wapres dengan dalih identitasnya meragukan.
Suasana pun geger. Pangab Jenderal Try Sutrisno dan Pangkopkamtib Jenderal Benny Moerdani bergegas menuju meja pimpinan sidang. Mereka tampak berbicara dengan Kharis Suhud sambil menunjuk ke arah mimbar tempat Ibrahim melakukan interupsi. Belakangan, Ketua F-ABRI, Mayjen Harsudiyono Hartas, mengajaknya turun mimbar. Hartas kaget atas ulah Ibrahim, lalu meminta maaf pada pimpinan sidang.
Keruan saja berita media massa langsung membidik Ibrahim. Ia sampai dianggap tengah menderita stress berat, bahkan gila, karena ulahnya itu. Tuduhan itu sama sekali tidak benar. Keinginan untuk menginterupsi itu datang dari diri saya sendiri. Jenderal L.B Moerdani sama sekali tidak memberi perintah apa pun pada saya.
Bagaimana semua itu bisa terjadi?
Menurut Brigjen (Purn) Ibrahim Saleh yang tetap fit di usia hampir tujuh puluh tahun ini dalam pertemuan ketiga jalur keluarga besar Golkar tanggal 28 Februari 1988, untuk pertama kalinya nama Sudharmono disebut-sebut sebagai calon wakil presiden. Ketika itu ia bertanya pada Soegiarto, Kassospol ABRI saat itu. “Gie, kamu tahu siapa Sudharmono ini?”
Saat itu samar-samar Ibrahim ingat sebuah peristiwa yang terjadi di tahun 1964, ketika masih berdinas di Kodam Diponegoro dan berpangkat letnan dua. Sewaktu ia pulang ke Semarang dari Solo, dan melewati Boyolali, otobus yang ditumpangi terjebak kemacetan. Rupanya penyebab kemacetan itu karena PKI sedang berpawai. Sesampainya di Semarang, Ibrahim mendapat informasi dari Kolonel Soediro, Kasdam Diponegoro saat itu, bahwa yang mengadakan arak-arakan di Boyolali itu adalah Sudharmono. Jadi, ketika 28 Februari itu Sudharmono disebut sebagai calon wapres, Ibrahim belum yakin, dan masih bertanya-tanya, apakah Sudharmono ini orang yang sama dengan yang terlibat pawai tahun 1964?
Ketika ada pertemuan keluarga besar Golkar pada 29 Februari, Ibrahim mulai mendengar pencalonan Sudharmono sebagai wapres. Pada 1 Maret 1988, malam harinya, Ibrahim rasa-rasan dengan Soegiarto tentang siapa calon wapres dari ABRI? Masa mau mendukung orang yang riwayat hidupnya kita nggak tahu. Tadinya Ibrahim dkk. berniat mendukung Try, tetapi dia merasa sungkan. Akhirnya, pada 2 Maret, saat berlangsung rapat fraksi ABRI, kembali ia bertanya kepada Pak Try sebagai pimpinan sidang tentang riwayat hidup Sudharmono ini. Tapi jawabannya mengambang. Dan akhirnya, ABRI memutuskan mendukung Soeharto sebagai presiden dan Sudharmono sebagai wakil presiden. Maka, Ibrahim pun lalu memberanikan diri menginterupsi sidang umum yang saat itu dipimpin Kharis Suhud pada 9 Maret.
Dalam UUD 45, presiden dan wapres dipilih dengan suara terbanyak. Artinya, sah jika pemilihan itu dilakukan dengan voting. Tetapi mengapa pemilihan presiden selama Orde Baru dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat. Jadi jelas terjadi penyimpangan penafsiran. Setelah interupsi biasanya sidang diskors dulu. Ketika jeda itu berlangsung lobi-lobi. Walaupun kecil, kemungkinan terjadinya perubahan hasil sidang ada. Saat itu, akibat interupsi yang Ibrahim lakukan, hampir terjadi voting. Tetapi anehnya setelah itu pencalonan Naro sebagai wapres, dicabut oleh PPP. Sehingga Sudharmono terpilih menjadi wapres sebagai calon tunggal.
Bagaimana sosok Ibrahim Saleh saat ini? Pria kelahiran 22 Rajab 1357 H (10/8/1939) di Dusun TanahAbang,Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muara Enim, Prabumulih, Sumatera Selatan ini menikah dengan Rukiawati, gadis sekampungnya. Setelah peristiwa interupsi itu, Ibrahim pensiun dari sebagai anggota Legislatif F-TNI/Polri pada 1993. Kini, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan sosial, seperti pengurus koperasi khusus pedagang kaki lima, panti asuhan anak yatim piatu, maupun sesekali menjadi da’i yang berkhotbah di masjid. Alasannya, menjadi apa pun kita, tidaklah terlalu penting. “Yang lebih penting bagaimana kita bisa mengabdi pada Allah,” katanya di sela acara Ulang Tahun Yayasan Lumbung Rakyat yang ke-10 pada Sabtu (18/10/2008) sore di Posko TAP, Gg.Berdikari No.27, Jl.Lawang Gintung, Kel.Batutulis, Bogor.
Mengenai siapa calon Presiden Republik 2009-2014, ia memuji Prabowo Subiyanto yang diamati cukup membumi dan menyentuh hati rakyat dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyentuh rakyat banyak lewat televisi. Menurutnya tingkah laku serta niat dan keinginan luhur Prabowo untuk banyak berdharma bhakti kepada rakyat Indonesia sebaiknya dikerjakan dan diamalkan dalam kehidupan nyata para pemimpin bangsa yang ada di tanah air.
18 Comments at "Ibrahim Saleh: Isi Pesan Prabowo Subiyanto Menyentuh Hati Rakyat"
Memang diusia lanjut lebih baik mengabdi atau beribadah kepada Alloh semata ya pak Ibrahim Saleh.Pak berarti pak sudarmono bisa disebut terkait dengan PKI dong pak!Tentang penilaian Pak Prabowo syah syah saja dia jadi capres 2019-2014 tapi yang pasti melihat gelagat capres yang ada sekarang semua punya orientasi kepada jangka imah dan jangka kantong.Belum ada capres yang benar benar ingin tampil ikhlas ingin memperbaiki kondisi bangsa yang carut marut kalaupun ada juga bisa dipastikan akan terganjal oleh lingkaran syaiton karena memang undang undang yang dibuat hanya menguntungkan penguasa dan menguntungkan pembuat undang undang itu sendiri.Jadi kalau ada pribadi yang benar benar mau tampil lillahi ta’ala maka mereka harus siap merombak tatanan yang ada sebagaimana satrio piningit pinanditho wahyu.Artinya harus menjalankan roda pemerintahan berdasarkan wahyu Illahi karena hanya berdasarkan wahyu Illahi sajalah kehidupan ini menemukan zaman baru yaitu zaman yang tertata sesuai aturan wahyu Allah SWT.Wallohu alam
Rakyat tidak perlu disentuh tapi diberdayakan eksistensinya dimanusiakan hak haknya.Selama ini para penguasa maupun calon penguasa hanya bisa berjanji belum bisa menepati sebagai contoh harga minyak yang seharusnya sudah turun dalam beberapa pekan ini karena harga minyak dunia juga sudah turun tapi apa lacur berhubung masih enak menikmati keuntungan dari rakyat mereka berfikir seribu kali untuk menurunkan harga.Hal ini juga tidak mustahil para capres yang berjanji mensejahterakan rakyat dikemudian hari setelah mereka terpilih akan jauh panggang dari api.Kenapa demikian?bukan rahasia umum lagi siapa sih yang mau berkorban milyaran Rupiah untuk dana kampanye kalau mereka tidak memikirkan uang mereka kembali!Sebagai contoh walaupun tidak ada perjanjian hitam diatas putih kita sebagai rakyat bisa membaca salah satu contoh antara SBY JK sebelum jadi presiden siapa yang membiayai mendanai SBY jadi presiden?Tentu rakyat kecil semua tahu kalau bukan JK siapa lagi dan tentu setelah SBY jadi presiden pastilah ada pembagian KUE walau kasat mata tidak kelihatan.Atau contoh kecilah setiap ada pemilihan kepala desa pihak yang mendukung apabila menang pasti kebagian atau kecipratan kue juga.
Apa yang diutarakan tidak salah hanya saja perlu adanya pembenahan yang mendasar.Jikalau ada Capres yang gembar gemboringin membantu rakyat kecil itu hanya omong kosong pak.Coba lihat kebelakang karya nyata apa yang pernah dia perbuat selama ini?Adakah karya nyata yang beliau perbuat kalau hanya omong semua orang bisa ngomong kecuali yang bisu.Yang dibutuhkan rakyat untuk pemimpin Indonesia kedepan adalah orang yang punya karya nyata sebelum jadi CAPRES punya visi jauh kedapan dan misi yang jelas.Biasanya CAPRES yang umbar janji biasanya bulsit apalagi jauh jauh hari sudah kampanye berapa uang yang dia keluarkan untuk kampanye?Tentu sudah dapat dipastikan kalau terpilih sebelum modal kembali pasti lupa kepada rakyat!
alhamdulilah,sekirnya bangsa kita masih memiliki suatu kepercayaan akan anak bangsa yang punya jiwa luhur,bahkan mampu menyentuh hati rakyat,tp hati rakyat yang mana ini.rakyat yang seperti apa dulu,namanya juga promosi diri pastilah dengan tampilan yang apik dan diatur supaya terlihat menarik,yang pasti modal calon pemimpin bangsa saat ini hanya NATO)(no action talk only)dengan niat yang serupa koq,sebuah fenomena musim semi,wah bentuk negara kita mau jadi apa,kalau hanya diberi janji gombal termakan media iklan,mengubar produk menjual keringat rakyat.
well come kepada bung prabowa. semua rakyat menunggu gerak tanganmu. jaman sudah tua renta penderitaan merajalela. penindasan oleh mayoritas berantas saja. keadilan harus dicapai.
salut untuk keberanian bapak pada situasi dan konisi saat itu. semoga menjadi sejarah (barangkalimalah sudah) karena menjadi cerita sejarah menarik saat ini. untuk kondisi yg sangat militeristik saat itu yg sangat patuh pada komandan, bapak perlu diacungkan jempol. Namun apakah ada keterkaitan dengan kepentingan rakyat pak ? apakah bukan karena kepentingan kelompok bapak saja saat itu yaitu fraksi ABRI/ militer??
untuk pak prabowo, iklannya sebagai pembanding bagi calon2 presiden lainnya cukup menarik dan menggelitik, santun dan tidak menyerang tokoh lainnya. Berbeda dengan iklan PDIP (megawati) yang sangat provokatif dan menyerang lawannya. mngandung “kampanye hitam”. tapi memang sah2 saja kali yah.
sayangnya pak prabowo dari kalangan cendana walaupun mantan menantu, tetapi masih terlalu dengan dengan keluarga cendana. citra hasyim sebagai kakak kandung yang terlibat dalam hilangnya arca musium di solo juga sangat mengganggu citra pak prabowo.
kalo bisa memilih pemimpin saat ini lebih baik dari kalangan muda, sipil (bukan milier), religius nasionalis, cerdas dan bebas dari masa lalu.
terimakasih
widjaya kusuma
Memang Saatnya Putra putra Terbaik Negri Ini Tampil kalupun Prabowo mau Tampil tidak ada salahnya dilihat reputasinya Prabowo Terkenal Dengan Abri Hijau Beda dengan Mertuanya dulu yang Anti Islam walaupun diusia senjanya dia berbalik ke Islam.Tetapi yang Pasti bahwa jika ingin Negri ini jaya mencapai zaman Keemasan tidak Lain Dan Tidak Bukan sebagaimana Rongowarsito ramalkan harus berkiblat kepada hukum yang tertinggi dan hukum yang seadfiladilnya Yaitu Al Qur’an dan sunnah Rossul Satrio Piningit Sinisihan Wahyu tindak tanduk berdasar Wahyu Illahi Robbi
Apa yang diungkapkan Pak Ibrahim Saleh ada benarnya mengenai isi pesan Prabowo,tapi menurut saya hanya sekedar pesan tidaklah berpengarus terhadap suatu kondisi bangsa saat ini.Yang paling utama saat ini adalah berikanlah contoh(suriteladan)berikanlah contoh karya nyata anak bangsa serta tak kalah penting berikan misi kedepan progranm program apa yang paling tepat untuk masa depan dalam mengahadapi krisis global.Misal Masalah Pertanian itu harus bagaimana cara mengatasi pangan 10 tahun Kedepan atau masalah pendidikan bagaimana cara memenej program yang Ideal.Jangan Berseloroh ibu ibu tidak bisa beli susu untuk anaknya?Karena seorang anak yang bisa sehat cerdas harus disusui ibunya minimal sampai umur 2 tahun menurut Rossululloh tinggal gizi yang seimbang untuk si ibu menyusui terpenuhi tidak ini perlu diperhatikan dan dicarikan solusinya.
Setelah Pak Harto, pemimpin bangsa ini jadi penakut, tak ada nyali, takut tekanan barat, tak ada karakter, minta dipuji, janji… aduh bikin tak nyaman di negeri ini. Pak Prabowo figur berani yang insya allah mampu membuat rakyat jadi terhormat lagi di kancah regional maupun internasional… saya mendukung…
PRABOWO SOSOK PEMIMIPIN YG IDEAL TETAPI KEMUNCULANNYA SAAT INI TIDAK TEPAT KARENA TRAUMA PADA MASA LALU ,NAMUN KITA HARUS SECARA JERNIH MELIHAT PERMASALAHAN ,SADAR BAWA SEMUA YANG TERJADI ADALAH PROSES ALAMI .KITA TIDAK TAHU APA YANG SEBENARNYA TERJADI PADA MASA ITU DAN PADA MASA KINI KITA HANYA MENDENGARKAN CERITA DARI MERAKA YANG TIDAK SUKA DENGAN PRABOWO. APA ANDA TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH? JAWABAN ANDA ADA DIHATI MASING2
walah mas-mas, lha wong kampanye saja kok berhasilmenyentuh rakyat, rakyat yang mana?
Kalo saya pribadi cenderung tidak percaya dengan “kampanyenya” para elite politik yang berambisi untuk menjadi RI1.Lha wong mereka-mereka itu khan tidak kenal dengan rakyat, jadi mereka itu mewakili rakyat yang mana?Mereka-mereka itu khan ambisi pribadinya yang besar, bukan ambisi untuk mengentaskan kemiskinan yang diderita oleh rakyat INdonesia.
Ass. Warr. Wabb.
Keingin luhur Jend. Prabowo untuk ambil bagian dalam memimpin RI, patut di dukung, beliau adalah ahli strategi, ekonom dan juga pengusaha sukses, yang tidak kalah pentingnya hubungan dengan dunia arab juga baik. sekalipun komentar miring tentang beliau mempengaruhi sebagian opini….. mari kita melihat kedepan dan kita tunggu tangan dingin beliau untuk memimpin bangsa ini…..
alangkah lebih baiknya prabowo jadi wapres dulu, dari pres yang sdh jelas santunnya ( SBY ). untuk mengasah kemampuan sbagai calon RI 1. toh SBY tinggal satu periode. Sukses untuk Indonesia!
Bpk.prabowo emang JOSSS dalam mendekati masyarakat terutama di pedesaan KALAU memang BAPAK’e PARA PETANI tolong bantu kami para PETANI semakin maju dalam pengembangan produksi PERTANIAN jangan cuman SLOgan saja & (1)”yang saya TANYAkan di JAWA TIMUR ada HKTI apa milik PARTAI GERINDRA(bpk.prabowo) atau BUKAN..?..(2)karena bukan di tempat saya saja tiap kali panen harga naik turun,TOLONG bantu kami dalam bibit dan pupuk dan penjualan hasil panen,saya percaya Bpk.PRABOWO bisa membantu & mengatasi masalah kami….trims
Pak prabowo emang capres yg merakyat,tp semua janji dlm iklan politiknya hrs dibuktikan dulu dalam setiap perbuatan.bagi kami orang kecil yg penting bisa makan dah senang.pak prabowo buktikan janjimu kami komunitas wong cilik mendukungmu
mantan danjen kopasus yang melejit prestasinya lewat karir yang gemilang.sekarang berkibar lagi dengan bendera partai gerinda.pak prabowo semua janji kampanye-MU adalah untuk wong cilik tapi bapak lupa tidak memikirkan nasib kami para tenaga wiyata bakti yang telah mengabdikan diri bertahun tahun di instansi pemerintah tanpa di gaji.pesan saya pak jika kelak bapak terpilih menjadi RI-1 tolong pikirkan nasib kami.kami juga anak petani yang mengantungkan hidup dari bertani pak.
sebagai seorang anak petani,dengan program yang coba di bangun oleh pak prabowo ak yakin petani indonesia akan jauh lebih makmur dan sejahtera. RI-1 untuk pak Prabowo.
layak dan patut untuk diberikan apresiasi serta dukungan politik secara riil dlm mewujudkan indonesia baru,prabowo,adlh sosok pemimpin masa depan,beliau sgt memihakdan memperjuangkan kepentingan kaum petani,untuk mewujudkan itu ( presiden) kami dikota BIMA dan KAB.BIMA telah membentuk sebuah lembaga baru dengan nama GERAKAN MUDA PEMENAGAN PRABOWO 2014,sebagai instrumen dan membangun insfrastruktur politik kaum muda didaerah,sbg bentuk kinerja lembaga itu kami tlah bekerja sama dgn media2 local yakni TABLOID METRO BIMA, untuk mengkampanyekan beliau sbg presiden indonesia akan datang amin! good luck wassallam
Comment Now!