indra_cutmutiahBagi H.Indra Setiawan Harsono SE lebih cenderung konsentrasi menjadi Ketua Umum Yayasan Mesjid Cut Mutiah ketimbang berlomba menjadi anggota Dewan. Kesibukannya menjadi pengurus yayasan yang mengelola Mesjid Cut Mutiah, Jakarta Pusat lebih menyenangkan ketimbang ikut menawarkan diri menjadi calon legislatif 2009-2014. Hal itu dikatakannya Kamis(14/8)sore di ruang sekretariat Mesji Cut Mutiah di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Namun, karena tugas partai yang memberikan kesempatan untuk mengabdi lebih luas kepada bangsa dan negara, maka insya Allah hal itu akan dijalani dengan sebaik-baiknya. Baginya, orang yang ingin menjadi anggota dewan sebaiknya orang yang berkualitas,jangan sampai asal masuk menjadi anggota dewan dari sembarang orang saja tanpa menimbang track record yang baik. Mengenai calon pemimpin masa depan , ia berharap adalah orang yang berani dan orang yang mampu menjaga harmoni kehidupan sosial dengan melakukan pembenahan di sana-sini. Itu pentingnya pemimpin mesti mampu menjaga kebudayaan bangsa ini. Sebab, menurutnya kebudayaan adalah tiangnya negara. Tanpa ada budaya yang jelas , maka negara ini akan rapuh di seluruh sektor kehidupan.Contohnya, budaya bangsa yang suka makan gado-gado, ketoprak dan produk kuliner nasional lainnya secara langsung meningkatkan kemakmuran bagi petani sayur mayur dan peternak unggas lokal. Namun,pengaruh budaya asing yang mencekoki generasi muda saat ini telah berlangsung masif, sehingga produk Mc Donald, Kentucky, dan restoran fast food lainnya telah mampu menggeser posisi pengusaha kuliner pribumi yang menjual produk nasional.Kekuatiran ini hendaknya menjadi pelajaran kita semua. Sebagai wakil bendahara di DPP Partai Hanura, Indra tidak sepakat bahwa pemimpin di negeri ini harus berkutat pada dikotomi tua dan muda. Buktinya, dalam fakta sejarah setelah wafat Nabi Muhammad, estafet kepemimpinan dijalankan oleh Khalifah Abu Bakar , bukan Ali yang notabene adalah kaum muda. Jadi, kematangan kepemimpinan juga merupakan pertimbangan untuk bangsa ini memilih pemimpin, sarannya.