Iptu Siswo

Setelah sukses melayani masyarakat pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) melalui layanan jemput bola dengan mobil SIM keliling pada lokasi-lokasi strategis di lima wilayah DKI Jakarta dan membuka gerai-gerai SIM di pusat-pusat perbelanjaan kini Polda Metro Jaya melebarkan sayapnya ke tempat-tempat ibadah. Berikut hasil liputan wartawan Suara Tokoh Syamsudin.

Konsep layanan jemput bola tampaknya sudah menjadi program final Polda Metro Jaya terkait konstribusi maksimal diberikan Satpas SIM terhadap segenap elemen masyarakat yang hendak melakukan registrasi perpanjangan SIM A dan C. Program yang telah berjalan bertahun- tahun ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat pemohon SIM. Kenyataan ini dapat dibuktikan pada setiap tempat dimana mobil SIM keliling beroperasi selalu dipadati masyarakat yang menggunakan fasilitas mobil dilengkapi teknologi komputer tercanggih  tersebut.

Apresiasi masyarakat yang sangat tinggi ini menjadi bahan evaluasi bagi Polda Metro Jaya untuk dapat meningkatkan layanan setiap saat. Terlebih dengan layanan tercepat dalam hitungan menit dapat diselesaikan praktis  membantu dalam hal efisiensi tenaga dan waktu. Masalahnya tidak perlu lagi membuang-buang waktu dan tenaga ke Satpas SIM Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakarta Barat apabila hendak memperpanjang SIM. Cukup mendatangi lokasi dimana beroperasinya mobil SIM keliling, gerai SIM atau setiap samsat masing-masing wilayah.

Bahkan dalam rangka Bulan Layanan Publik selama Juni ini Satpas SIM PoldaMetro Jaya memperlebar cakrawala pelayanan hingga ke tempat-tempat ibadah yaitu di masjid dan gereja yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta. Lima bus yang akan beroperasi dari jam 08.00—20.00 WIB merupakan bentuk kepedulian  dan bukti konkret bahwa Satpas SIM Polda Metro Jaya berupaya keras memenuhi segala tuntutan masyarakat terutama yang berkaitan dengan sektor layanan sekaligus menjalankan reformasi birokrasi secara terus-menerus, berkesinambungan.

Paur penyelesaian Satpas SIM Polda Metro Jaya Iptu Siswo mengatakan, layanan SIM keliling di tempat-tempat ibadah bertujuan untuk membuktikan bahwa Satpas SIM sangat respon terhadap kebutuhan masyarakat yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas sehari-haridan  cukup menyita waktu. Dengan adanya mobil SIM keliling diharapkan masyarakat berlomba memanfaatkan kemudahan diberikan pihak Satpas SIM terutama di Masjid-masjid pada hari Jumat dan di Gereja-gereja pada tiap hari Minggu. Dengan demikian tidak ada lagi keluhan maupun alasan terkait masalah waktu karena bisa dilakukan sebelum atau usai sholat Jumat dan selepas dari gereja. Kalaupun pada tenggang waktu tersebut masih ada keperluan lain maka bisa dilakukan registrasi pada sore atau malam hari.

Adapun lokasi mobil SIM keliling pada hari Jumat antara lain Masjid Istiqlal Jakarta Pusat; Masjid AT Tin Jakarta Timur; Masjid Al Azhar Jakarta Selatan; Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Barat; dan Masjid Raudatul Janah Jakarta Utara. Sedangkan tempat ibadah gereja antara lain Gereja Katedral Jakarta Pusat, Gereja Dewi Sartika Jakarta Timur; Gerejas Santa Jakarta Selatan; Gereja KS Tubun Jakara Barat; dan Gereja Stela Maris Jakarta Utara.

Sedangkan pada pusat-pusat perbelanjaan, mobil SIM keliling akan beroperasi di beberapa lokasi seperti di Thamrin City Jakarta Pusat, Graha Cijantung Jakarta Timur, Mall Kalibata Jakarta Selatan, LCT Glodok Jakarta Barat, dan Mega Mall Pluit Jakarta Utara.

Iptu Siswo berharap, pengoperasian mobil SIM keliling selama Bulan Layanan Publik dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh segenap lapisan masyarakat. Demikian pula petugas lapangan selalu siaga memberikan loyalitas layanan prima sesuai motto “Mengurus SIM secara cepat, tepat, efektif, dan efisiensi baik waktu maupun tenaga.” Kualitas layanan diterapkan Kepala Seksi SIM Polda Metro Jaya Kompol H. Gatot Subroto tampaknya menarik perhatian lembaga lain untuk mengadopsi sekaligus meniru apa yang telah dicapai institusi milik Polri ini. Jadi sangat wajar kalau Satpas SIM dijadikan rujukan dan studi banding oleh beberapa lembaga yang bertugas melayani masyarakat. Dengan demikian bukan hanya Satpas SIM yang eksis dan konsisten dengan pelayanan optimal, tetapi juga instansi lain harus bertekad melayani masyarakat tanpa birokrasi berbelit-belit. (Syamsudin)