imga0558Bagaimana profil para camat yang ada di wilayah Jakarta Pusat yang berambisi meraih Adipura Kencana tahun 2010? Selain, mempunyai “Camat Buldoser” di Kecamatan Senen, ternyata Pemerintah Kota Jakarta Pusat memiliki camat yang “workoholik” lainnya. Camat yang satu ini HP-nya tak pernah mati meski dalam kondisi di-charge sekalipun,  sehingga mudah dihubungi siapa saja, baik kolega, atasan, kerabat maupun warga yang berada di Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ini membuktikan speed of action dalam menerima pengaduan masyarakat cukup tinggi pada sosok pimpinan tertinggi di Kecamatan Cempaka Putih ini.  Bagaimana, tidak? Kadang HP diletakkan  di dekat bantal  bila ia tidur. Apalagi sifat terbuka dan ramah dalam menghormati  tamu yang datang  padanya, seakan  melengkapi sikapnya yang mudah dalam membawakan diri dalam berkomunikasi.

M. Anwar  SSi.MAP akhirnya sadar, bahwa suasana yang dihadapi saat ini di Kecamatan Cempaka Putih merupakan sebuah proses bagaimana setiap pemimpin dapat  beradaptasi dengan baik di setiap suasana kerja yang berbeda. Meski pengakuannya  pernah menangani tugas  di  wilayah “keras” seperti di wilayah  Tanah Abang atau Monas, namun akhirnya ia sadari bahwa  kemampuan menyesuaikan diri pada setiap kondisi adalah sebuah jalan  terbaik  untuk dapat sukses dalam menjalankan  tugas. Tapi, siapa mengira ia sempat “stress” saat  berpindah  tugas dari Kecamatan Tanah Abang ke Kecamatan Cempaka Putih? Menurutnya, di  wilayah Kecamatan Cempaka Putih ternyata tidak “sekeras”pada  masa-masa tugas  yang pernah dijalani sebelumnya.

Program yang dikampanyekan oleh Gubernur Fauzi Bowo cukup berhasil dilakukan oleh Anwar, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD setiap Jumat, menggalang kegiatan gotong royong setiap hari Minggu di kalangan warga Cempaka Putih, penanggulangan banjir yang berhasil karena lancarnya sarana drainase seputar area kecamatan. Korban DBD relatif jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Kini,  lelaki kelahiran Jakarta, 26 Mei  1966 yang mulai menjabat sebagai Camat di Cempaka Putih sejak Oktober 2008 ini terbilang sukses dalam menerapkan “green and clean” di wilayah Jakarta Pusat yang relatif adem ayem dibanding  wilayah kecamatan lainnya di Jakarta Pusat. Ia tak segan-segan menjalankan kebiasaannya menjadi “orang biasa” saat terjun langsung menangani oknum-oknum yang mengaku sebagai penjaga lahan  kosong seperti yang pernah dilakukan di dekat by pass perempatan pabrik Coca Cola. Sehingga , saat pembersihan bersama Satpol PP Kecamatan, maka  para preman di sekitar lahan itu tidak berkutik dibuatnya. Itu karena Camat Anwar  telah mempelajari  seksama siapa-siapa saja orang yang akan ditanganinya.  Ini adalah salah satu kisah “intelijen” yang dilakukannya dalam menangani  warga-warga yang dianggap melanggar hukum.  Menurut Anwar, ia tidak mau diajak kompromi  oleh siapapun yang melanggar aturan hukum yang berlaku. Itu sebabnya, ia minta dibuktikan surat kuasa menjaga lahan saat ia menggusur orang-orang yang mengaku diberi kuasa menjaga   lahan-lahan kosong yang ada di beberapa titik wilayah kecamatan. Banyaknya lahan kosong,  menurutnya, menjadi ajang penyerobotan dan rawan bersarang nyamuk DBD.

Kecamatan  Cempaka Putih  mempunyai luas 468,68 Ha dengan  memiliki 3 kelurahan, 30 Rukun Warga, 366 Rukun Tetangga, 20.082 Kepala Keluarga, dan dihuni oleh sekitar 64.002 jiwa. Kecamatan  Cempaka Putih merupakan pusat pengembangan Kompos di Jakarta. Banyaknya sampah yang ada di Jakarta Pusat, khususnya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih menjadi  potensi  penyubur tanaman setelah diolah di Pusat Pengembangan Kompos. Bahkan banyak orang yang luar yang  mengikuti pelatihan membuat kompos di sana.