Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Meuthia Hatta mengatakan, dirinya siap dicalonkan menjadi presiden pada 2009 jika rakyat dan partainya mempercayainya atau menghendaki.
“Jika partai dan rakyat percaya dan menghendaki, saya siap dicalonkan,” katanya sebelum acara pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi dan Kabupaten Kota PKPI se-Provinsi Banten di Serang, Senin (11/8) malam. Dengan demikian PKP Indonesia siap menjawab atas segala keterpurukan bangsa.
Namun demikian, kata Meutia, saat ini ia akan lebih berkonsentrasi pada partainya supaya lolos syarat minimal electoral threshold dengan target suara 7 juta pada pemilu 2009 nanti. Setelah itu, kata dia, baru akan berpikir untuk kelanjutannya.
Meutia mengajak kepada seluruh kader PKP Indonesia, mendorong masyarakat agar tidak golput pada pemilu 2009. Sebab, dalam membangun bangsa tidak akan tersalurkan dengan golput karena tidak melaksanakan hak pilih. Golput juga bisa disebabkan karena keteledoran warga, untuk itu perlu diingatkan.
Meuthia Hatta mengatakan, meskipun PKP Indonesia menargetkan minimal perolehan suara 7 juta suara, namun ia berharap dukungan yang diperoleh lebih maksimal dan sebanyak-banyaknya. Selain itu, PKPI juga sangat komit dengan kuota 30 persen perempuan di legislatif sebagai amanat undang-undang yang harus dipatuhi.
Sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, optimistis PKP Indonesia akan memperoleh dukungan lebih dari itu. Sehingga, ia meminta seluruh kader PKP Indonesia mensosialisasikan partai nomor urut tujuh tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat.
Meuthia juga mengatakan, partainya menawarkan pada masyarakat keadilan dan kejujuran dalam pemerintahan. Menurutnya, PKPI partai yang harus selalu menjaga keadilan dan persatuan, kader PKPI harus bisa membangun bangsa bukan meminta kepada bangsa. Pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi dan Kabupaten Kota PKPI se-Provinsi Banten di Serang tersebut dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKPI se- Provinsi Banten.
Rakornas PKP Indonesia yang sebelumnya (9/8) dibuka di Jakarta untuk menyusun calon anggota legislatif (caleg) sebelum dipasarkan paling lambat akhir Agustus 2008.Partai yang mempunyai visi terwujudnya kehidupan masyarakat , bangsa, dan negara yang berkeadilan, bersatu , dan berkesejahteraan sosial dengan menjunjung tinggi supremasi hukum berdiri sejak 2 September 2002 dan saat ini beralamat di Jl. Cilandak Raya KKO No.32 , Jakarta Selatan.
4 Comments at "Meutia Hatta: PKP Indonesia Siap Menjawab Persoalan Bangsa"
Angka 7 memang bermakna banyak bagi masyarakat khususnya Jakarta, coba perhatikan sebagai berikut :
7 PokJa Hijau Penyelamat 7 Juta Wargakota Jakarta
Dari lintasan sejarah kebangsaan Indonesia, Jakarta tercatat berekam jejak sebagai kota joang bangsa semisal Sadar Kebangsaan [Boedi Oetomo, 1908], Sadar Kesatuan [Rekomendasi Kerapatan Besar Pemoeda Indonesia, 1928], Proklamasi Indonesia Merdeka [1945], Sadar Keamanan Negara [Badan Keamanan Rakyat, 1945] dst.
Kini, 2008, diperkirakan kapasitas daya dukung lingkungan justru berakibat Jakarta yang berpenduduk 7 juta jiwa ini bermasalah permukiman padat yang sarat masalah sosial dan lingkungan dengan dampak kota semakin bermuatan ekonomi biaya tinggi sehingga berdaya saing rendah dan pada gilirannya dapat ditinggalkan kaum investor.
Dalam kaitan itulah kiranya upaya Rembug Jakarta, 9-10 Agustus 2008 ybl di gedung Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta sebetulnya dapat menjadi tonggak bagi sikap kebersamaan warga kota Jakarta yang berjoang peduli ramah lingkungan.
Ramah lingkungan disini bagaimanapun perlu dimaknai selain bagi Hijau Kotaku juga bagi Bersih Hatiku, sehingga akan dapat terjadi keseimbangan baik bagi “bangunlah jiwanya” maupun bagi “bangunlah badannya”, mengingat indikasi Kala Bendu seperti (1) kemiskinan, (2) pengangguran, (3) keserakahan, (4) kekurangan pangan, (5) hidup tidak sehat sebab banyak penyakit, (6) kezaliman, (7) peperangan, (8) hujan salah musim, (9) ingkar janji, (10) melanggar sumpah, (11) penipuan, (12) memuja kejahatan dan konsumerisme, (13) lupa kemanusiaan, telah banyak kali dijumpai terjadi.
Oleh karena itulah, sebenarnya gagasan luhur 7 (tujuh) Strategi Ketahanan Bangsa dapat dipergunakan sebagai tolok ukur kualitatif bagi upaya2 keseimbangan yang holistik, katakanlah demikian, yakni (1) Keagamaan Tidak Rawan, (2) Ideologi Tidak Retak, (3) Sosial Politik Tidak Resah, (4) Sosial Ekonomi Tidak Ganas, (5) Sosial Budaya Tidak Pudar, (6) HanKamNas Tidak Lengah, (7) Ekologi (Lingkungan) Tidak Gersang
Kebersamaan ke 93 ribuan satuan keluarga warga kota joang Jakarta dengan kebersamaan semangat 63 tahun Indonesia Merdeka seharusnya dapat diarahkan menuju Semangat Jakarta Merdeka dari Keterpurukan Lingkungan.
Dalam kesempatan yang baik ini, dapat disampaikan bahwasanya Rembug Jakarta telah berhasil menggagas 7 kelompok kerja seperti (1) Keluarga Hijau, (2) Komunitas Hijau, (3) Strategi Jakarta Hijau, (4) PemDa Hijau, (5) Industri Hijau, (6) Sekolah Hijau, (7) Pendidikan Anak Usia Dini, yang dapat kiranya bermanfaat guna lebih mendorong peran serta warga kota joang Jakarta lainnya bagi kebersamaan untuk Ramah Lingkungan yang Bersih Hatiku dan Hijau Kotaku. Akhirulkata, teriring Salam Nasional MERDEKA !
Jakarta, 18 Agustus 2008
Pandji R Hadinoto / Ketua PokJa Strategi Jakarta Hijau, Rembug Jakarta LPMJ
HP : 0817 983 4545, eMail : indohijau45@yahoo.com
subhanalloh….sungguh mulia itikad bu mutia menginginkan wanita yang bermartabat,tinggi derajtnya(gender),,,seperti halnya rasul begitu memuliakan dan meninggikan harkat,martabat dan derajt permpuan…gender menjadi fenomenal yang sangat pro kontra di kalangan masyarakat,,,dimana selalu berpandangan baik / buruk,,,
saya sangat salut terhadap beliau(bu mutia)yang menginngkn gender serta kesejahteraan rakyat indonesia, yang sekarang keadaannya semkin hari semakin kritis seakan tak akan pernah bangkit kembali…namun semua itu tak menutup kemungkinan untuk bangkit kembali,,,bila Alloh menghendaki maka KUNFAYAKKUN. Mudah2n pa yang telah di itikadkan bu mutia menjadi sebuah impian yang nyata bukan sekadr omongan / khayalan belaka….AMIIIIN
Selamat siang Ibu
Saya ini mantan Ketua DPK PKPI Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2000 s/d 2004. Kami kalah perang karena PKPI kurang di kenal masyarakat, mengapa? Karena PKPI sangat jarang memberikan statement politik, sehingga masyarakat tidak terkesan kemana arah perjuangan PKPI.
Padahal, PKPI didirikan oleh Bapak Edi (alm) & Bapak Tri dengan tujuan yang sangat luhur. Masalahnya tujuan tersebut tidak sampai ke telinga rakyat melalui statement politik.
Jika PKPI ingin berkibar kembali, beberapa saran saya:
1. Berikan statement politik yang jelas (di Media Massa)
2. Katakan pada rakyat ke mana arah perjuangan kita
3. Coba kuasai atau dekati media massa, karena promosi saat ini melalui media massa sangat efektif.
4. Fokuslah pada masalah real masyarakat, seperti kemiskinan, penggangguran, keinginan untuk perubahan, dan pendidikan.
Semoga PKPI jaya
Hormat saya
Ir. Buha Siahaan
Silahkan buka dan tebarkan situs http://www.pkpi.co.cc yang merupakan akronim Politika Kebijakan Publik Indonesia, dikelola oleh Kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (No. Peserta PEMILU 2009 No. 7)dalam rangka turut membangun kebersamaan bagi Kebijakan Publik Keadilan demi Persatuan di Indonesia.
Salam Nasional MERDEKA !
Pandji R Hadinoto / CaLeg DPR RI, DaPil Jakarta II, No Urut 2
HP 0817 983 4545
Comment Now!