img_14224


Paur Simulator Ipda Imam Sutopo

Untuk mewujudkan layanan cepat, tepat, dan efektif sesuai tuntutan seluruh komponen masyarakat Satpas SIM Polda Metro Jaya Jalan DaanMogot Cengkareng Jakarta Barat telah menggunakan fasilitas canggih dalam uji simulator bagi pemohon SIM. Sistem komputerisasi dengan teknologi terbaru disiapkan Satpas khusus pemohon yang hendak melakukan registrasi perpanjangan dan peningkatan golongan dari SIM A menjadi B1/A umum/B11 umum.

Berikut laporan Syamsudin dari suaratokoh-online.Paur simulator Ipda Imam Sutopo mengatakan, sesuai komitmen Kasie SIM Polda Metro Jaya Kompol H. Gatot Subroto bahwa seluruh personil unit pelayanan di Satpas ini harus memberikan layanan prima terhadap pemohon SIM termasuk peningkatan golongan yang menggunakan uji simulator. Simulator tidak serta merta terfokus pada kemahiran mengemudikan kendaraan, tetapi juga melatih konsentrasi pemohon dengan harapan ketika melajukan kendaraan di jalan raya selalu berkonsentrasi.

Sebagai pemegang kendali ujian simulator yang diberi wewenang Kasie SIM, Ipda Imam Sutopo harus bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran ujian simulator mengingat setiap hari pemohon berjubel memadati ruang ujian yang terletak di depan Bank BRI Satpas SIM. ’’Antusias masyarakat untuk memiliki SIM sangat tinggi. Setiap hari kami harus melayani ratusan pemohon mengajukan peningkatan golongan dan perpanjangan.’’ ujar Ipda Imam Sutopo saat ditemui suaratokoh-online di ruang ujian simulator beberapa hari lalu.

Untuk melayanai pemohon sebanyak itu, Ipda Imam Sutopo dibantu  oleh beberapa petugas yang sudah terlatih dan berpengalaman antara lain Aiptu Suyono, Aiptu Wartono, Bripka Ismanto, dan Ahmad Sunaryo. Petugas inilah yang berjibaku melayani peserta uji simulator hingga tuntas.

Hasil pantauan suaratokoh-online dalam ruang simulator, seluruh petugas selalu siap ditempat dan dengan sabar melayani setiap hingga tuntas. Kendati sebagian besar pemohon masih kebingungan mengoperasikan alat, namun dengan penuh kesabaran para petugas memberikan instruksi dan petunjuk sampai pemohon benar-benar menguasai alat yang masih tergolong asing tersebut.

Tampak rasa gembira terlihat dari raut wajah pemohon yang dinyatakan berhasil. “Akhirnya saya mampu juga menjalankan alat simulator.Saya  senang  sekali. Padahal sebelumnya sempat grogi dan kagok, tetapi setelah diajari pemandu akhirnya berhasil.’’ ungkap Cahyo warga Pedurenan Tangerang berseri-seri. Senada dengan Cahyo, Toni Aryanto warga Jalan H. Lebar Kav. DKI Blok 56 No 18 Meruya  Utara  Jakarta  Barat  sangat bersyukur mengantongi SIM B1 Polos. ’’Aku sempat khawatir karena sebelumnya tidak mengetahui telah menggunakan alat ini, tetapi berkat petunjuk dan bimbingan langsung dari petugas akhirnya aku bisa dan lulus.” ujar karyawan swasta yang mengaku baru pertama kali memperpanjang SIM B1 miliknya.

Yang menarik dicermati dari layanan unit simulator yaitu keramahan dan rasa kekeluargaan petugas. Tampaknya Ipda Imam telah membekali personilnya dengan rendah hati, sabar, senyum, jujur, dan tidak terfokus pada materi. Pasalnya kerap kali petugas menemukan SIM pemohon yang tercecer atau terjatuh kemudian dikembalikan ke alamat sesuai tertera pada SIM.

Tidak hanya itu, petugas juga seringkali mengamankan sejumlah uang dan barang berharga lainnya milik pemohon yang jatuh baik dalam ruang simulator maupun dilokasi lain kemudian dikembalikan sepenuhnya tanpa meminta imbalan.Dari sederet layanan diprioritaskan Satpas, yang sangat berkesan bagi pemohon adalah para petugas mengedepankan pelayanan bersifat humoris dan berbasis kekeluargaan. Pemohon SIM merasa nyaman dan aman serta dekat dengan petugas sehingga mampu menepis kesan bahwa polisi identik dengan kesangaran. Di Satpas ini justru berubah menjadi penug canda tawa layaknya dalam sebuah keluarga. Pelayanan seperti inilah yang diidam-idamkan masyarakat disamping tetap konsisten  meningkatkan kualitas sesuai komitmen bahwa seluruh layanan Polda Metro Jaya harus lebih berkualitas demi mendukung program kerja 100 hari Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo.***

😎 Syamsudin
adalah wartawan Suara Tokoh Online dan Pemerhati Pelayanan Publik dari LSM
Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP)