img00334Pria satu ini menilai kesholehan sosial jauh lebih utama dibanding dengan kesholehan pribadi. Hal itu dapat diukur pada diri seseorang lewat tingkat kepeduliannya terhadap sesama, dibanding kesholehan pribadi yang tiada mempunyai kepedulian terhadap orang lain.

Kesholehan sosial dapat terlihat di dalam sebuah pergaulan komunitas. Semua ini, katanya, terlihat dalam fenomena aktivitas Paguyuban Jambu (Jati Pulo Kota Bambu) yang keanggotaannya lebih seratusan orang.Sebagai Ketua RW 09 Kota Bambu, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Poniman ST., menjelaskan bagaimana setiap bulannya warga di kelurahan Jati Pulo dan Kelurahan Kota Bambu Utara itu bersatu dalam sebuah paguyuban dengan Kegiatannya antara lain melakukan aktivitas sosial dengan iuran Rp.25.000 per orang per bulan, dengan perincian untuk arisan (Rp.5.000); Sosial (Rp.5.000);kas arisan(Rp.5.000);santunan (Rp.3.000);Konsumsi (Rp.7.000).Menurut Poniman, adalah nilai-nilai kebersamaan yang dibangun sejak paguyuban didirikan oleh para pendirinya sekitar 30 tahun silam.

Sejak 1980 Paguyuban Jambu yang awalnya dimulai oleh 7 orang pendiri kini sudah mampu memberikan dana santunan kematian terhadap anggota Paguyuban sebesar Rp.1 juta kepada para ahli waris; santunan sebesar Rp.700.000 kepada pasangan Kepala Keluarga; santunan bagi kematian anak; dan Rp.400.000 kepada tamu dari keluarga tersebut apabila ia meninggal selama tinggal di rumah sang tuan rumah. Selain itu, andai ada anggota paguyuban yang sakit, maka ada iuran kepedulian kepada pasien/si sakit yang dibebankan sebesar Rp.5.000 per anggota paguyuban dengan cara mengambil dana cadangan yang ada terlebih dahulu. Kemudian, pada saat pertemuan bulanan, maka iuran wajib Rp.25.000 akan ditambahkan dengan tambahan iuran insidental tersebut.

Poniman yang mempunyai suara tidak kalah dengan “Didi Kempot” bila bersenandung lagu-lagu Jawa ini ternyata juga menjadi Ketua Ikatan Ketua Rukun Warga di Wilayah Jakarta Barat. Ia banyak mempunyai gagasan demi membangun generasi muda di wilayah tempat ia tinggal. Terbukti selama menjabat sebagai pengurus RW , jumlah pelaku tindak pidana narkoba jauh merosot bahkan dapat dikatakan sudah tidak ada lagi. Hal itu adalah berkat usaha gigihnya bersama jajaran pengurus RT yang ada dalam membina kaum muda yang menjadi generasi penerus dengan pendekatan persuasif yang dapat mengarahkan para pencandu narkoba tertinggi di wilayah Jakarta Pusat itu kini sudah menjadi wilayah bersih narkoba.

Prestasinya menciptakan lingkungan bersih narkoba sebagai Ketua RW 09 Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat , bukanlah tanpa perjuangan berat. Namun, Poniman bersikap tegas menghadapinya dengan diawali cara persuasif. Ia katakan kepada para pelaku narkoba, agar jangan coba-coba melakukan di lingkungan warga sekitar dengan menanamkan rasa MALU bila terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal. Bahkan ia bekerjasama dengan instansi terkait seperti Badan Narkotika Daerah (BND) Propinsi DKI Jakarta dengan memberikan advokasi dan berbagai jenis binaan lainnya agar penyakit masyarakat (narkoba) hengkang dari wilayah RW 09 dan sekitarnya. Alhamdulillah, akhirnya kerja keras Poniman beserta jajaran Ketua Rukun Tetangga (RT) lambat laun tercapai. Kini Kelurahan Kota Bambu Utara, khususnya di RW 09 bersih dari narkoba. Masyarakat dapat “mengobati” dirinya sendiri dengan jalan menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Saat ini ia tengah merancang Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berlokasi di RW 05, Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat. Poniman menegaskan, melalui TBM ia mengharapkan masyarakat dapat menjadi penggemar bacaan-bacaan masyarakat yang secara tidak langsung meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Diharapkan TBM akan mempunyai usaha sebagai layaknya toko buku melalui kerjasama dengan sejumlah penerbit buku-buku pelajaran dengan system konsinyasi dan dengan system pembagian keuntungan yang kompetitif, dimana toko buku itu dapat menjualnya kepada sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Tanah Abang atau di luar wilayah kecamatan.