clip_image002Menurut Amrizal S.sos, Rasullulah tidak (semata) membawa konsep tetapi membawa implementasi, menyakinkan kepada orang yang dapat dilihat dan dapat dinikmati orang . Menurutnya dari implementasi maka baru kemudian lahirlah konsep. Konsep tidak pernah melahirkan implementasi. Karena konsep hanya melahirkan konsep, sebab yang ada hanya bicara referensi yang melahirkan konsep itu sendiri.

Dalam kehidupan saat ini, yang terpenting bagi Rizal bagaimana kita melihat masa depan dengan jernih, bukan selalu melihat masa lalu terus yang akan membuat Republik ini tidak maju. Negeri ini sudah banyak dipenuhi oleh manusia-manusia peninggalan Bung Karno, Suharto dan peninggalan para antek-antek lain yang tak jelas. Akhirnya, kita selalu dipenuhi oleh peninggalan antek-antek yang tidak jelas. Mereka selalu “menjual” kebesaran nama-nama dari para pendahulu tersebut, meski mereka yang bicara tersebut bukanlah pejuang, tapi hanya manusia peninggalan. Tak tahu mau dibawa kemana rakyat ini oleh manusia peninggalan ini? Sebentar lagi ada manusia peninggalan Aburizal Bakri yang tiba-tiba mendapat sekian triliun.

Islam frame-nya memanusiakan manusia. Bukan menjadikan orang menjadi objek. Sekarang ini banyak manusia yang mengeksploitasi manusia lain dan menjadikannya sebagai objek demi memperkaya diri sendiri. Bahkan Tuhan dijadikan objek dengan menjual identitas Tuhan dalam perilaku hidupnya .

Rizal salut dengan Presiden RI pertama Sukarno, tapi ia tidak segan dengan manusia peninggalan Sukarno. Setiap abad generasi berjalan tak berhenti, tidak dapat melihat kondisi masa lalu untuk bisa melihat untuk masa kini. Bukan peninggalan mereka. Itu set back, namanya.

Kurang lebih 30% rakyat yang miskin adalah muslim. Pada zaman Rasul, tak ada tokoh muslim yang kaya raya. Jaman sekarang tokoh-tokoh muslim banyak sekali yang kaya raya, tapi tidak banyak pengaruhnya dalam mengurangi tingkat kemiskinan rakyat Indonesia. Konsep kebersamaan telah tergerus saat ini. Padahal, kebersamaan adalah muara dari ajaran Islam. Filosofinya, bila ada orang kaya raya, maka akan ada yang ”dimiskin-raya” kan pula. Ketergantungan seakan diciptakan. Mengapa begitu? Karena mereka membiarkan intervensi kapitalis dimana mayoritas tokoh penganut ekonomi adalah umat Islam.

Pembangunan ekonomi harus dilihat dari sisi syariah dalam bermuamalah, dalam perilaku islami. Jangan kita ber-Islam tapi berperilaku tidak Islami, padahal perilaku Islami berbasis dalam berkesamaan dan berkeadilan. Partai Bulan Bintang (PBB) yang konsen dalam memperjuangkan lahirnya undang-undang  yang berbasis syariah bukanlah persoalan yang harus ditakuti. Karena ini fitrah, tak ada urusan dengan akidah. Bagaimana syariah menjadi pola hidup dan perilaku hidup yang berkeadilan. Tak ada masalah dengan persoalan syariah., karena  UU Syariah melindungi orang dari pola saling memakan seperti yang terjadi dalam ekonomi kapitalis. Memanusiakan manusia bukan menjadi manusia  objek dari manusia lain. Menghina orang saja sudah berdosa apalagi merugikan orang lain. Hanya yang manusia yang mampu memanusiakan manusia bukan mahkluk yang lain.

Sejalan dengan itu, pilihan politik Rizal untuk terjun menjadi calon legislatif di Partai Bulan Bintang adalah implementasi dari segala segala darma bakti yang telah ia lakukan selama ini di bidang pembangunan ekonomi mikro. Aktivitas Rizal sebagai penggerak ekonomi umat dengan memotivasi pendirian Baitulmal wa tamwil (BMT) atau yang dikenal juga sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) . Sehari-hari Rizal menjadi Ketua Harian Yayasan Al-Amin Dharma Mulia, Jakarta. Selama ini kerjasama yayasan dengan pihak BUMN melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) telah cukup banyak memunculkan partisipasi Rizal di tengah masyarakat, baik  di bidang kemanusiaan maupun pengembangan pengusaha ekonomi mikro. Rizal yakin saudara-saudaranya banyak mendukung cita-cita untuk menghasilkan produk UU Syariah bila ia dipercaya sebagai anggota dewan periode 2009-2014. Dukungan nyata mereka dapat diberikan pada Amrizal, calon anggota DPR RI dari Dapil Jakarta Selatan dan Luar Negeri dengan mencontreng nomor urut 4 dari Partai Bulan Bintang yang sering melakukan perjalanan ke daerah korban bencana seperti tsunami di Aceh, Gempa bumi di Sumatera Barat dan Yogya, serta berbagai wilayah bencana lain di tanah air.