scan1Ruspandin Hasmin merupakan caleg DPRD TK II Kabupaten Siak Dapil 4 Kecamatan Tualang Riau. Ia bukanlah politisi yang baru masuk dalam kancah partai politik. Tercatat ia pernah menjadi kader sebuah partai, namun karena sesuatu hal membuatnya ia harus memilih Partai Kedaulatan sebagai tempat ia berkiprah demi menyalurkan idealismenya dalam membangun Perawang, daerah tempat ia tinggal saat ini.

Menurutnya, meski Perawang yang berada di Kabupaten Siak, Riau adalah daerah yang teramai dan terpadat penduduknya, namun aktivitas usaha belum juga mampu memakmurkan seluruh penduduk yang ada di salah satu daerah di propinsi Riau yang kaya akan minyak dan hasil bumi lainnya ini . Masalah ketenagakerjaan dan sengketa tanah masih sering meminggirkan masyarakat di sini bila berhadapan dengan kekuatan ekonomi yang besar.

“Seringkali penduduk di Kabupaten Siak menjadi lemah bila berhadapan dengan kepentingan pengusaha yang memang unlimited dalam permodalan,” kata Ruspandin berapi-api.

Untuk membela kepentingan rakyat kecil, maka Ruspandi memilih Partai Kedaulatan sebagai alat perjuangan. Hal itu dikatakannya Rabu (25/3) malam di rumahnya, Jl.Cendana No.59 KPR I Perawang. Pilihan Partai Kedaulatan bukanlah tanpa perhitungan yang matang. Sebab, sebelumnya ia pun sudah mengamati berbagai partai lain yang membawa ideologi nasionalisme, namun pada kenyataannya ia kecewa lantaran ternyata nasionalisme semu saja yang dikobarkan oleh partai-partai tersebut.

“Melalui perjuangan di Partai Kedaulatan– partai yang baru ini– justru semangat kedaulatan rakyat dibangun dari bawah, yaitu kesadaran bahwa sebenarnya rakyatlah yang seharusnya berdaulat bukan pemerintah yang berdaulat terhadap rakyat,”kata Ruspandin berapi-api. Selama ini dominasi negara justru melemahkan kedaulatan rakyat itu sendiri. Lihatlah Program BLT yang sebenarnya tidak mendidik, padahal andai dilakukan secara elegan, misalnya diberikan dalam bentuk modal usaha maka hal itu justru akan membangun semangat dunia kewirausahaan di kalangan masyarakat. Tapi, pada kenyataannya justru pemerintah membuka ekpansi para pemegang kapital besar dengan membuka perizinan bagi mini-mini market yang mereka adalah kepanjangan tangan dari pemodal raksasa. Akibatnya, pelaku usaha mikro tersingkir. Padahal mereka telah sejak awal menciptakan pasarnya. Dalih bahwa mini market membuka lapangan kerja adalah sebuah pembodohan, karena di sisi lain mematikan semangat usaha tradisional di masyarakat. Sebab, dengan frenchise yang ditawarkan oleh Indomart, Alfamart dan lainnya justru hanya melahirkan pengusaha instant yang karena punya uang, mereka berlomba-lomba melakukan kerjasama retails di pemukiman penduduk. Ruspandin melihat, warung-warung dan toko tradisional menjadi sulit berusaha karena kalah atau bahkan mati bersaing. Sebab, konsumen kadang lupa fasilitas AC dan karyawan serta biaya lainnya yang ditanggung oleh pemilik (kerjasama) minimarket dibebankan kepada konsumen melalui mekanismen penerapan harga yang sistematis.

Bila kelak Ruspandi terpilih sebagai anggota legislatif di DPRD Kabupaten Siak dari Dapil 4 Kecamatan Tualang, maka aspirasi masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi akan sangat ia perhatikan. Lelaki kelahiran Tebing Tinggi, 23 Desember 1962 ini adalah karyawan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang. Berputra tunggal, Raja Fikri Ilham dari istri bernama Afridawati Tanjung merupakan aktivis HMI sewaktu kuliah Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, jurusan Teknik Kimia. Selain sebagai Insinyur Teknik Kimia, Ruspandin dikenal juga sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di perumahan dan di lingkungan tempat ia bekerja. Tak heran bila keyakinannya akan mendapatkan amanah dari masyarakat Kecamatan Tualang, juga didukung oleh Ketua DPC Siak Partai Kedaulatan, Asep Komara. “Ia sangat loyal pada partai, bahkan partai ‘lebih hidup’ dengan kehadiran Ruspandin”, komentar Asep di sela-sela perbincangan yang memakan waktu hingga larut malam.