Meski Khofifah menyaingi perolehan suara daru duet Soekarwo-Saifullah Yusuf, namun Lembaga Survei Indonesia (LSI) tetap memprediksi duet Soekarwo-Saifullah Yusuf akan kembali memenangkan Pemilihan Gubernur provinsi Jawa Timur di putaran kedua.

Menurut Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani,

saifulmujani“Duet Karsa didukung kalangan Mataraman di Jawa Timur yang nota bene adalah kebanyakan abangan. Abangan biasanya orang-orangnya nasionalis.Hal itu dikatakan Saiful Mujani di Jakarta, Jumat (25/7/2008).

Menurut hasil telaah LSI , berdasarkan karakter sosiologis dan antrolopogi, di kalangan Mataraman ini kemungkinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar) dalam putaran kedua nanti akan merapat pada Soekarwo-Saifullah Yusuf dalam meraup suara terbanyak.

Selain itu menurut Saiful Mujani, duet Karsa juga diperkirakan akan mendapat dukungan suara dari kaum santri atau biasa disebut dengan area tapal kuda. Seperti diketahui, suara santri tersebut merupakan suara yang berasal dari kaum islami yang kemudian terpecah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Meski suara Islam terpecah. Ada yang ke Khofifah Indar Parawansa-Mujiono, dan ada juga yang ke Soekarwo-Saifullah Yusuf. Tapi dukungan Soekarwo-Saifullah tetap tinggi. Itu lantaran, kalangan abangan sangat solid,” lanjut Saiful.

Hingga Jumat sore, KPU Jatim baru memulai perhitungan manual. Hasil prediksi perhitungan cepat LSI menyebutkan duet Soekarwo-Saifullah Yusuf meraih suara 26,95 persen dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono meraup 25,38 persen. Keduanya harus melalui putaran kedua untuk menjadi pemenang.Mungkin untuk mencapai di atas 30 persen akan sulit tercapai. Ini artinya, yang masuk babak kedua harus benar-benar bertarung habis-habisan.