Di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ada 235.290 orang yang mempunyai hak pilih pada Pemilu 9 April 2009. Menurut Ketua KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota, Syahrul SH, para calon pemilih sudah diupdate sejak 20 Nopember 2008 dan menghitung para calon pemilih tetap (DPT) yang mempunyai hak memilih pada D-day, 9 April 2009.
“Sehingga bila ada yang ingin memilih di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, maka seharusnya membawa form A5, yaitu dengan meminta di PPS tempat asal dan segera melaporkan di PPS yang ada wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota,” demikian jelas Syahrul saat ditanya seandainya ada orang yang akan memakai hak pilihnya tetapi tidak tercatat di TPS bersangkutan. Hal itu mengingat ketersediaan surat suara hanya 2,5 % dari DPT yang ada di setiap TPS. Para pemakai Formulir A5 pun hendaknya mempunyai alasan karena tugas atau hal penting, seperti caleg yang ada dalam daerah pemilihan. Karena ingin mengetahui kondisi di lapangan, maka caleg DPR RI, mungkin saja ada yang ingin memberikan suara di wilayah tempat ia dicalonkan,” demikian dijelaskan oleh Syahrul SH, Selasa (24/3) pagi di Kantor KPUD Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Syahrul mengritik banyaknya politisi yang lupa hakekat Pemilu. Menurutnya, sewajarnya mereka yang menjadi caleg ingat akan makna alinea ketiga pada pembukaan UUD 1945, yaitu “dorongan keinginan luhur untuk mendirikan negara….” jelas Syahrul lebih lanjut. Apabila semua itu disadari, maka para politisi yang melakukan kompetisi dalam Pemilu ini akan mampu menahan diri melakukan kecurangan dan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
Lulusan Fakulatas Hukum Universitas Andalas ini serius menyosialisasikan alinea ketiga UUD 1945 dengan cara, pertama, mengundang media massa agar menyadari, bahwa suksesnya Pemilu 2009 dengan cara rakyat harus diingatkan tentang makna paragraf ketiga pembukaan UUD 1945. Kesempatan kedua, membuat undangan kepada para ketua dan sekretaris partai dengan menyampaikan hal yang sama. Dan yang terakhir, mengundang kepada seluruh jajaran KPUD, PPK (65 orang) dan Ketua PPS (76 orang), bahwa suksesnya Pemilu 2009 akan terjamin apabila semua pihak memahami alinea ketiga pada Pembukaan UUD 1945.
Bahkan sosialisasi dengan Linmas di semua kecamatan sekabupaten Lima Puluh Kota juga ia sampaikan tentang pentingnya semua orang memahami dan mengamalkan alinea ketiga dalam pembukaan UUD 1945. Namun, ia menyanyangkan, sedikit sekali media massa yang mau menyampaikan apa yang telah ia katakan. Ini membuat pemuda energik Syahrul menjadi prihatin.”Apakah karena UUD 1945 sudah empat kali diamandemen? Sehingga kita harus reposisi kehidupan ketatanegaraan kita ini?” Tanya Syahrul hampa, seakan menjadi manusia yatim piatu di tengah hiruk pikuk kompetisi demokrasi yang akan dilaksanakan 9 April 2009.
“Ada yang tercerabut dari sebagian anak bangsa ini, yaitu tidak mengakui kekalahan dan kadang anarkis bila kalah dalam sebuah kompetisi,” kata Syahrul lebih lanjut. Orang kini susah mencontoh yang benar. Lihatlah Barack Obama pernah gagal tahun 2000 menjadi anggota Senat, tapi pada tahun 2005 mampu meraih kursi di Senat, dan hanya berselang tiga tahun kemudian putra terbaik bangsa Amerika Serikat itu mampu menjadi Presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat.
Melihat contoh di Amerika, Syahrul teringat petuah seorang tua saat KKN di Padang Tonggak, Lubuk Basung, “Soeharto tahu bahwa bangsa ini adalah salah satu bangsa terbesar di dunia ini, tetapi ia tidak tahu bagaimana bangsa ini menjadi besar. Untuk itulah, maka kita harus pikir lagi bagaimana kita menjadi bangsa besar di kancah internasional.”
1 Comment at "Syahrul: Kita Harus Tahu Bagaimana Menjadi Bangsa Besar"
Pak….Syahrul….. di NKRI ini sulit menemukan seperti yang Bapak idam-idamkan. Di NKRI ini yang banyak tokohnya, selalu berjiwa kerdil , jadi jauh panggang dari api untuk mencapai Topik yang Bapak impikan.
Contoh Pemilu curang dimana-mana, diseluruh pelosok, hal tsb diketahui oleh pimpinan bangsa ini, tapi memang sengaja dipelihara, untuk keperluan kelompok kepartaian tuk periode berikutnya.
Gossip atau rumor yang saya dengar………. system itu memang disengaja untuk memenangkan Pilpres. Siapa saja di Negeri ini jangan coba-coba tuk ingin mengetahuinya, bahaya…… setinggi apapun jabatannnya….. akan dijatuhkan…. atau akan dicari-cari kesalahannya untuk jatuh dari kursi pemerintahan tersebut.
Semua kecurangan-kecurangan Pemilu tsb………. bukan kelemahan kerja atau kealpaan atau kesilafan KPU, tapi karena pesanan yang ingin memenangkan Pilpres, jadi ; sekuat apapun kita mengkritik, atau sengambek apapun ocehan kita , tidak akan berguna, karena semua sudah dikemas rapi oleh Capres tsb, atau Team Sukesnya, jadi………….. percuma tuk sakit hati, seperti yang Bapak tuliskan dalam Judul diatas.
Mungkin……… semua kecurangan Pemilu tersebut…….. sudah terekam oleh Antasari, terutama tentang kecurangan penggunaan Dananya, jadi secara lembaga, dan mengajak teman-temannya tuk menangani rumor tersebut, spy tuntas……. jangan sebatas rumor…
Tapi…… apa daya……… belum sempat mengerjakan PR satu ini
( ttg KPU )buru-buru dicari-cari kesalahannya………………..
itulah politik…….. , makanya Antasari …. sekarang masuk …. menurut pengakuan Antasari sendiri……… tidak merasa bersalah..
atau tidak ada membunuh orang,,,,, katanya, mungkin juga seperti ini, ……… berarti……. direkayasa tuk masuk…. karena coba- coba tuk mengetahui atau mencampuri kinerja KPU atau KPUD.
Itulah rumor yang saya dengar. Jadi,,,, Bapak… lebih baik….. tidak banyak ingin tau tentang Pemilu atau Pilkada, karena didalamnya sangat banyak spekulasi dan intrik-intrik, nanti …….
kesalahan Bapak dicari-cari oleh Penguasa, terjadi lagi lengser tidak diketahui alasan dan penyebabnya, dan nginap di SEL.
Ucapan Soeharto, seperti yang Bapak sebutkan dalam tulisan Bapak, mungkin bisa terlaksana di NKRI ini, jika terjadi Fairplay politik, atau tidak banyak keculasan-keculasan politik,,,,,,,,,,,,
mungkin bisa menjadi Bangsa yang besar, tapi…? bila seperti cara bernegara seperti sekarang ini……? jauh panggang dari api Pak Syahrul.
Kita tidak ingin lengser dari meja kita, atau tidak ingin dicari-cari penguasa kesalahan kita………? kita diam-diam dan ketawa dalam hati saja…… melihat negara kita ini….. melihat polikus- politikus culas bergentayangan, biarlah…….
Syalam hormat Pak Syahrul…….. buy…..buy……buy… okay.
Comment Now!