p2170054-topikPria satu ini sejak 2004 menggelorakan suara Revolusi Indonesia demi mengingatkan kita bahwa perubahan harus dilakukan oleh rakyat Indonesia sendiri. Menurutnya, dalam Pemilu 2009 mungkin dalam sisi ratio pada akhirnya adalah SBY dan Prabowo yang bertanding pada babak akhir. Kenapa begitu ? Karena dari sisi partai yang lain, PDIP menurut pendapat Taufik Kindy sudah jauh berkurang.

Taufik Kindy menyampaikan alasannya, karena ada tiga hal yang menyebabkan penurunan suara PDIP. Pertama, dana partai sudah menipis. Kedua, hengkangya tokoh-tokoh yang memiliki massa dari partai wong cilik tersebut. Yang terakhir, perubahan yang diusung tidak jauh berubah selagi mereka berkuasa sehingga rakyat kecewa, mereka pikir ternyata hanya yang itu-itu saja. Dari sisi lain, calon yang lain Prabowo memulai dasar yang membuat Prabowo mempunyai kemenangan sebelum bertanding.

Ada satu hal , karakteristik dari masyarakat di Indonesia adalah selalu meremehkan terhadap semua orang yang sudah pernah menjabat. Kesimpulan, alah jadi presiden cuma segitu aja kok. Kemudian ingin mencari sesuatu yang belum pernah atau yang baru. Inilah yang point yang membuat unggul dari kehadiran sosok Prabowo. Dari sisi finance kuat, didukung banyak pihak yang banyak kecewa dari berbagai politik, pada akhirnya mengeblok atau mendukung pada Prabowo.

Termasuk adanya ormas-ormas pendukung, finance kuat dari sisi karakteristik Prabowo yang lebih berani , lebih nekat lah dari yang ada selama ini. Pasti internasional akan bermain dibawah koordinasi USA. Dari perkembangan yang ada , apakah USA masih mendukung SBY atau tidak. Menurut Taufik tidak. Meski sama-sama dari Partai Demokrat. Dari sisi kepentingan USA banyak kepentingan ekonomi yang tidak dipenuhi. Amerika kan biasa seperti itu gayanya. Ia pun memahami bagaimana karaktek orang Indonesia: tipe-tipe yang gampang melupakan, pemaaf sehingga korban-korban penculikan yang pernah berurusan dengan Prabowo sekarang malah justru mendukung Prawobo.

Hingga kini belum ada pemimpin yang sebenar-benarnya. Pemimpin apa yang dipimpin. Bukan hanya manusia, tetapi juga wilayah, alam semesta Indonesia sendiri. Sehingga karena tidak tahun apa yang dipimpin, salah kaprah terhadap apa yang dipimpin. Misalnya, membuat pembangkit batu-bara jauh dari tambang batu-bara. Itu kenapa? Karena pemimpin tidak tahu dengan alamnya sendiri.

Kalau partai, kita lihat masalah intinya bukan banyak hal yang sangat krusial. Tapi bagaimana masyarakat sulit mencari kerja mencari uang, sehingga eksesnya macam-macam. Karena masyarakat melihat politisi hidup enak, maka mereka berlomba-lomba menjadi caleg. Parpol hanya sebuah ekses dari kesulitan hidup. Karena ideologi tidak jelas.Bukan hanya melupakan kesuhan hidup, tapi juga mencari hidup. Orang miskin kok ngabdi?Bagaimana jalannya?

Mengenai kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, ahli spiritual yang pernah dekat dengan banyak petinggi militer di negeri ini mengatakan: Ada batas waktu bagi peradaban. Artinya, sebenarnya orang bila berebut kekuasaan apa yagn dicari? Loh wong tinggal masalah kok yang ada saat ini. Dari semuanya. Manusianya banyak rusak. Laut rusak. Sebelum pilpres , andai presiden mampu mengajak bangsa kepada sebuah kesadaran. Bila tak mampu kembali ke sebuah kesadaran, maka alam yang akan menyadarkan seperti yang sudah diperlihatkan saat kejadian tsunami pada Desember 2004. Bila dibanding dengan presiden yang pernah ada, secara pribadi Susilo adalah seorang yang saangat baik. Tidak mementingkan diri, keluarga, parpolnya, Cuma apakah orang sekeliling dan birokratnya mendukung?

Dimata Taufik, Presiden Susilo lebih dekat dengan rakyat. Namun sayangnya lebih 4 tahun orang sekelilingnya kurang mendukung,maka masyarakat mengalami kesengsaraan. Banyak PHK dan sebagainya.

Ia menilai, semua kegiatan partai money politic.Omong kosong dan munafik bila tidak menggunakan uang. Mengumpulkan massa saja harus dibayar. Materialistis sudah sampai ke desa-desa. Kalau melihat jalannnya pilkada, dan mengacu pada pilpres 2004, maka golput akan mencapai 60-0 persen akan golput.

Mengenai Golput? Pandangan Taufik: Orang golput, sebagai sebuah pemahaman bahwa bila ia memilih orang yang salah maka ia takut berdosa. Salah memilih pemimpin akan menuai neraka. Bagaimana bila memilih orang yang tak bener. Ibarat naik bus, wahai penumpang kita akan ke puncak dan memasukkan ke jurang? Apa penumpang mau?Jadi, jangan hanya memakai dasar bahwa memilih pemimpin diwajibkan, tapi juga harus melihat apakah ada yang layak sebagai ulil amri jadi buat apa kita memilih. Jadi menurut Taufik tentang Fatwa?MUI sendiri dipertanyakan kredibilitasnya. Banyak orang yang minta agar dibubarkan saja.

Sebenarnya di Indonesia menggelikan, sudah memakai sandal tapi juga memakai sepatu. Tumpang tindih. Sudah ada Depag, tapi perlu juga MUI dan lainnya.Hitler memandang seluruh polisi di Jerman korup, maka polisi diganti oleh tentara. Sehingga kejaksaan tak mampu menyelesaikan perkara korupsi mengapa tidak dibubarkan saja sehingga tidak perlu dibuatkan KPK.

Bagaimana pandangan Taufik tentang gerakan revolusi kembali ke UUD 45? Ia menjawab, bahwa substansi tidak melihat ke arah itu. Bila kita lihat sejarah lahirnya RI, kan baru tahun 1945. Sebelum RI lahir, itu Negara kerajaan Mataram, sebelum Mataram, lebih dulu ada kerajaan Kartosuro, sebelumnya lagi adalah Kerajaan Pajang , sebelumnya lagi adalah Kerajaan Demak, dan sebelumnya yang paling terkenal adalah Negara kerajaan Majapahit. Loh, kalau 2009 negara berubah juga, kan sangat mungkin bila melihat semua peristiwa itu.