foto05

Memimpin partai bukanlah hal yang mudah bagi seseorang karena majemuknya sifat para pengurus yang lain. Di eksternal banyak persoalan dengan konstituen yang menyangkut kinerja demikian juga di internal partai yang sering dipenuhi ambisi dan intrik. Namun tidak demikian bagi Yana Budiana, yang saat ini memimpin DPC Partai Pelopor Kabupaten Garut, dengan mudah membangun komunikasi yang baik. Lelaki muda energik Yana Budiana dapat menciptakan hubungan yang nyaman dan kondusif di internal maupun di eksternal partai. Hal itu dikatakannya pada Jumat (20/3) sore di Kantor DPC Partai Pelopor Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Terkait adanya fenomena caleg yang kurang serius dalam melakukan sosialisasi di wilayah pemilihan Kang Yana, demikian biasa dipanggil, “Yang penting niat baik, yaitu membangun komunikasi antara para caleg dan pengurus partai di DPC. Bila caleg sudah ada dalam daftar calon tetap (DCT), maka tidak mungkin dapat dicoret kecuali mengundurkan diri. Kami menyadari banyaknya kendala dari para caleg dalam Pemilu 2009 yang dianggap cukup panjang dilihat dari rentang waktu, tapi di DPC Garut yang utama adalah membangun soliditas dan solidaritas kepartaian. Kami menyadari, bahwa kemenangan Partai Pelopor adalah kemenangan untuk kita semua, termasuk kemenangan rakyat.” Demikian kata Kang Yana, Caleg DPRD Kabupaten  Garut Dapil 1 yang meliputi 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Sucinaraja, Pangatika, dan Cilawu

Partai Pelopor merasakan betapa susahnya masyarakat sejak ada kenaikan BBM, sementara aspirasi mereka tidak tersalurkan melalui Lembaga Perwakilan Rakyat yang seharusnya mampu menyampaikan aspirasi rakyat. Untuk itulah segenap pengurus Partai Pelopor di Kabupaten Garut mengampanyekan pentingnya penyediaan pendidikan yang murah dan terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat; penyediaan pelayanan kesehatan yang layak; dan penegakan hukum.

Penyediaan pendidikan yang murah dan terjangkau adalah sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena melalui pendidikanlah suatu bangsa membentuk kehidupan yang lebih baik. Perjuangan Partai Pelopor untuk melahirkan peraturan yang menggratiskan biaya pendidikan sejak SD hingga SMA di Kabupaten Garut tidak semata kampanye sebelum mendapatkan kursi legislatif tapi sudah menjadi garis perjuangan. Hal itu kami sadari karena hampir 70% kaum menengah ke bawah yang tidak sempat mengeyam pendidikan yang layak. Partai Pelopor di Garut kini tengah mempersiapkan sekolah setingkat SMA untuk kelompok orang miskin sebagaimana yang telah kami lakukan secara nasional.

Di Bidang kesehatan, Partai Pelopor meminta pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal. Sebab, selama ini layanan kesehatan bagi orang miskin sering terjegal karena mentalitas sebagian aparat pemerintah yang belum paham makna “melayani”. Umumnya aparat pemerintah menganggap pelayanan yang baik (good service) hanya layak dilakukan pihak swasta. Nah, mentalitas seperti ini yang menjadi perhatian Partai Pelopor untuk merubah kondisi yang akut dan merusak kinerja aparat.

Demikian juga di bidang hukum, Partai Pelopor berjuang dalam pembenahan moral aparatur penegak hukum. Karena ternyata masyarakat Garut taat hukum, tapi justru hukum sering dilanggar oleh aparatur penegak hukum itu sendiri yang bermoral rendah, dimana lebih mementingkan materi dibanding mendahulukan idealisme.